Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Pemprov Jakarta)
JAKARTA, (ERAKINI) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menjadikan data dan opini publik sebagai landasan utama dalam penyusunan kebijakan.
Menurut Pramono, pemerintah harus mampu mendengarkan aspirasi masyarakat secara terbuka, mengolahnya secara ilmiah, lalu menerjemahkannya menjadi kebijakan dan layanan publik yang responsif.
Hal itu disampaikan Pramono saat membuka World Association for Public Opinion Research (WAPOR) Asia Pacific 9th Annual Conference 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (27/7/2026).
"Di tengah perubahan besar ini, kemampuan untuk mendengarkan masyarakat secara jujur, ilmiah, dan bertanggung jawab menjadi hal yang kian krusial. Keragaman warga Jakarta menuntut pemerintah menjadi pendengar yang baik, memahami kebutuhan masyarakat, dan mengambil keputusan berbasis data," ujar Pramono dalam keterangannya, Selasa (27/7/2026).
Dia menjelaskan, Pemprov DKI menghimpun berbagai masukan masyarakat melalui media massa, media sosial, kanal pengaduan publik, aplikasi Jakarta Kini (JAKI), hingga forum partisipasi masyarakat.
Informasi tersebut dimanfaatkan untuk memetakan persoalan, mengevaluasi kualitas pelayanan, sekaligus menyempurnakan berbagai kebijakan daerah.
Pramono menilai pemanfaatan data harus diiringi dengan transparansi dan kecepatan pemerintah dalam menindaklanjuti persoalan yang dihadapi warga. Menurut dia, langkah tersebut menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik.
"Dalam pandangan saya, kebijakan publik yang efektif sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itu terbangun ketika warga melihat pemerintah hadir secara transparan, responsif, dan berdedikasi menyelesaikan persoalan mereka," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyambut baik penyelenggaraan WAPOR Asia Pacific 2026 di Jakarta. Ia mengatakan Balai Kota terbuka menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai forum dan konferensi internasional.
Menurut dia, penyelenggaraan konferensi tersebut sejalan dengan transformasi Jakarta sebagai kota global yang terbuka terhadap riset, inovasi, dan kolaborasi.
Pemprov DKI, lanjut Pramono, akan terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, media, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Ia juga berharap Jakarta dapat menjadi ruang lahirnya kolaborasi baru dalam pengembangan riset opini publik di Indonesia maupun kawasan Asia-Pasifik.
Pada kesempatan yang sama, Pramono menyampaikan apresiasi kepada Litbang Kompas yang menerima Anugerah Media Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) 2026 atas konsistensinya memanfaatkan hasil riset dalam pemberitaan dan analisis publik.