(Kemkomdigi) dan BUMN kini juga menyiapkan jalur karier AI yang jelas agar para lulusan memiliki kesempatan mengembangkan inovasi langsung di dunia industri. (Foto: Komdigi).
JAKARTA, (ERAKINI) - Indonesia terus memperkuat langkah untuk menjadi salah satu kekuatan baru di bidang Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan artifisial. Tidak hanya fokus mencetak talenta digital, pemerintah kini juga menyiapkan jalur karier yang jelas agar para lulusan memiliki kesempatan mengembangkan inovasi langsung di dunia industri.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan Badan Pengelola yang mengintegrasikan program AI Talent Factory dengan AI Talent Pool . Sinergi ini dirancang untuk mempertemukan talenta AI terbaik Indonesia dengan kebutuhan riil perusahaan-perusahaan milik negara, sehingga kompetensi yang dibangun selama pelatihan dapat langsung diterapkan dalam berbagai proyek strategis.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa AI Talent Factory tidak dibangun sebagai program pelatihan biasa. Menurutnya, program tersebut dirancang untuk melahirkan sumber daya manusia yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah maupun industri.
"Ini bukan trial and error, tapi kita mau kasih solusi," kata Nezar saat bertemu Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN Tedi Bharata di Kantor Badan Pengaturan BUMN, Jakarta Pusat, dikutip dari laman resmi Komdigi, Kamis (23/7/2026).
AI Talent Factory, kata dia, dikembangkan untuk menjawab kesenjangan talenta digital nasional melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pusat keunggulan (center of excellence), dan perusahaan teknologi. Program tersebut dirancang agar peserta mengerjakan berbagai use case yang berasal dari kebutuhan nyata pemerintah maupun industri sehingga mampu menghasilkan solusi yang siap diterapkan. "Kita buka link-nya dengan berbagai macam pihak dan kita mengerjakan sejumlah use cases," ujar Wamen Nezar.
Sinergi dengan Badan Pengelola BUMN, menurut dia, menjadi langkah strategis untuk memastikan hasil pembelajaran para peserta tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut menjadi pengalaman profesional yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas perusahaan.
Maka dari itu, lanjut dia, lulusan AI Talent Factory dipersiapkan untuk bergabung dalam pengembangan berbagai proyek AI di lingkungan BUMN sesuai kebutuhan masing-masing sektor. "Anak-anak muda kita semangat, dia tahu selama belajar ini ada ekosistem yang bisa menampung mereka," kata Nezar.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi Said Mirza Pahlevi menjelaskan AI Talent Factory bukan sekadar program pelatihan, melainkan skema pengembangan talenta AI tingkat lanjut yang menyeleksi peserta secara ketat dari berbagai perguruan tinggi.
Para peserta memperoleh pembelajaran mendalam mengenai large language model, pengembangan model AI, hingga penyelesaian persoalan nyata melalui pendampingan dosen, praktisi industri, dan pakar AI dari perusahaan teknologi global. "Tujuannya adalah mencetak talenta AI yang praktisional, bukan yang biasa," jelasnya.
Ia mengatakan bahwa ekosistem tersebut diperkuat melalui platform pembelajaran digital yang menghubungkan proses peningkatan kompetensi dengan kebutuhan industri secara menyeluruh. Setelah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi, peserta dapat langsung masuk ke dalam talent pool yang mempertemukan mereka dengan dunia kerja.
Melalui kolaborasi bersama BUMN, AI Talent Factory diharapkan menjadi jalur yang mempercepat penyerapan talenta AI nasional sekaligus memperkuat transformasi digital perusahaan-perusahaan milik negara. "Kami memiliki platform yang menghubungkan end to end, dari awal belajar sampai menghubungkan sampai mereka mendapatkan pekerjaan," katanya.