Dorong Perdamaian Global, PBNU Pertemukan Kembali Pemimpin Agama-agama Dunia
Abdul Rahman Ahdori






Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil mengatakan, 30 pemimpin dan pengampu agama dunia hadir dalam pertemuan tersebut. Pemimpin agama itu berasal dari negara-negara Eropa, Amerika, Afrika dan Timur Tengah.
Kiai asal Rembang ini menyatakan bahwa sejak penyelenggaraan Religion 20 (R20) di Bali tahun lalu, PBNU dan para pemimpin agama di berbagai negara bersepakat untuk berjuang menghadirkan agama sebagai solusi global.
Sejak saat itu pula, PBNU dan pemimpin agama-agama dunia intens berkomunikasi membahas kondisi yang terjadi di berbagai belahan dunia, terutama terkait konflik kemanusiaan Palestina akhir-akhir ini.
"Termasuk hari ini di Gaza. Oleh sebab itu para pemimpin agama bersepakat menyelenggarakan Internasional Summit of Religious Authtorities (ISORA) dengan tuan rumah PBNU," ucapnya.
Menurut Gus Yahya, para pemimpin agama juga setuju R20 dijadikan sebagai gerakan untuk mendorong perdamaian global. Gus Yahya lantas berkrlakar, bila diterjemahkan dalam Bahasa Jawa ISORA berarti 'bisa tidak/bisa ora' semacam tantangan kepada pemimpin agama-agama dunia. Mampu atau tidak terlibat dalam mewujudkan perdamaian global.
"Semacam tantangan, bisa ora mewujudkan perdamaian global," tuturnya.
Di tempat yang sama, Presiden Joko Widodo mengapresiasi kegiatan yang digagas PBNU. Menurutnya, konflik atau peperangan yang berdampak hilangnya nyawa Manusia, tidak dibenarkan.
"Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, hal inu tertuang dalam konstitusi kita, UUD 1945," tegas Jokowi.
Kegiatan R20 ISORA PBNU dihadiri duta besar negara-negara sahabat, termasuk Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun, pemimpin agama-agama dunia, Menlu RI Retno Marsudi, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menpan RB Azwar Anas Abdullah, dan tokoh-tokoh agama di Indonesia.

