Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bersama para jajaran di Kemenag dalam acara 'Meet & Brief Bersama Menag RI' yang digelar di Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Jawa Timur, Selasa (15/10/2024) malam. (Foto: Kemenag)
JEMBER, (ERAKINI) - Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengaku bersyukur sekaligus sangat bangga atas capaian dan prestasi Kementerian Agama (Kemenag) saat ini. Keberhasilan ini, tandas Menag, tak lepas dari kekompakan dan keikhlasan para untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada bangsa.
Ungkapan rasa syukur dan bangga Menag tersebut diungkapkan di depan ratusan ASN Kemenag dalam acara bertajuk 'Meet & Brief Bersama Menag RI' yang digelar di Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Jawa Timur, Selasa (15/10/2024) malam. Acara yang dikemas santai ini dihadiri seluruh pejabat eselon 1 dan 2 Kemenag pusat maupun daerah. Hadir pula para rektor perguruan tinggi keagamaan negeri seluruh Indonesia.
Acara yang digelar lima hari jelang berakhirnya masa pemerintahan Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin ini berlangsung dengan penuh keharuan. Bahkan Menag mengaku naskah pidato yang dia sampaikan kali ini sangat istimewa karena dia tulis sendiri. Untuk menulis pidato khusus itu, dia harus menyempatkan waktu di sela-sela agenda padat tugasnya sebagai menteri. Naskah pidato dia tulis sendiri karena berharap segala pesan, makna dan isi hatinya bisa tercurahkan dengan sepenuhnya.
"Ada nasihat kuno yang mengatakan, 'If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together'. Artinya jika kau ingin bergerak cepat, pergilah sendiri. Jika kau ingin berjalan jauh, jalanlah bersama. Namun di institusi ini kita bisa mematahkan nasihat itu. Ternyata dengan bersama, kita tetap bisa bergerak cepat dan berjalan jauh," kata Menag saat mengawali pidatonya.
Di depan ratusan ASN Kemenag, Menag mengaku terharu dan bersyukur karena bisa mengemban amanah dari Presiden Joko Widodo sampai akhir. Menurutnya, perjalanan empat tahun memimpin institusi Kemenag adalah sebuah perjalanan yang penuh makna, perjuangan, kebahagiaan dan pelajaran hidup yang luar biasa.
"Saya ingat betul, hari pertama saya bergabung, dengan tekad yang kuat dan harapan besar untuk bisa memberikan yang terbaik bagi institusi dan bangsa ini. Saya sampaikan komitmen bahwa agama harus menjadi inspirasi, bukan aspirasi. Dan kementerian ini harus adil, proporsional bagi seluruh agama sehingga kita bertekad menjadikan kementerian ini menjadi kementerian semua agama. Sekarang kita semua menjadi saksi, bagaimana kementerian agama telah mampu memberikan layanan yang setara bagi seluruh umat beragama," ujarnya.
Menag mengaku amanah memimpin Kemenag adalah pelajaran yang sangat berharga. Di institusi yang memiliki satuan kerja terbanyak di Indonesia itu, Menag menyatakan tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar tentang arti sebuah pengabdian yang sejati.
"Saya belajar bahwa mengabdi bukan hanya tentang melaksanakan tugas, tetapi juga tentang memberi jiwa dan raga sepenuhnya demi kebaikan bersama," tandasnya.
Saat menyampaikan pidato, Menag sempat juga mengundang para staf khusus, tenaga ahli, juru bicara dan sekretaris menteri untuk maju ke panggung. Dalam kesempatan itu, Menag mengaku telah dibantu banyak oleh para pembantu sekaligus orang-orang terdekatnya tersebut untuk menjalankan program-program Kemenag. Menag menyatakan, kemungkinan ke depan para ASN tidak mudah lagi untuk menemui lagi para staf khusus, tenaga ahli, juru bicara seperti yang selama ini terjadi. Namun demikian, Menag menjamin meski tidak lagi bersama, namun hati mereka akan tetap saling bertautan dengan para ASN Kemenag.
Dengan agak terbata-bata, Menag kembali menegaskan bahwa perjalanan panjang yang sarat prestasi ini tentu tidak mungkin dia lalui sendiri. Untuk itu dia ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah bersama-sama berjuang, yang telah memberikan dukungan, serta berbagi canda tawa dan air mata dalam setiap langkah di Kemenag. Kebersamaan ini, menurutnya, adalah anugerah yang tidak akan pernah dia lupakan. Dia menilai para ASN Kemenag adalah keluarga yang telah memberikan kekuatan baginya untuk terus maju.
Sebelum mengakhiri pidatonya, Menag juga menyampaikan permohonan maafnya atas kekurangan yang ada. "Di setiap kesempatan, saya berusaha memberikan yang terbaik. Namun, saya juga manusia biasa yang tentu tidak luput dari kekhilafan dan kekurangan. Untuk itu, izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata, sikap, atau tindakan saya yang mungkin kurang berkenan di hati bapak ibu sekalian," tutur Menag.