Guru Besar UMJ Yakin Gerakan Pro Khilafah Masih Eksis di Indonesia
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof Sri Yunanto menyebut pergerakan kelompok pro khilafah masih tetap eksis di Indonesia. Dia khawatir ideologi pro khilafah akan lebih mengakar dan lebih sulit lagi untuk ditangani.
Ia mencontohkan munculnya acara bernuansa pop-culture dengan judul “Metamorforshow: It’s Time to be One Ummah” yang digelar di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada 19 Februari 2024. Dia menduga kegiatan itu berkaitan dengan propaganda penegakan khilafah oleh kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
"Kita semua harus memahami bahwa gerakan yang ingin mengangkat sistem khilafah itu belum benar-benar hilang dalam masyarakat Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam," kata Yunanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/2/2024).
Dia mengatakan, walaupun organisasi HTI itu sudah dibubarkan oleh pemerintah pada tahun 2017, tetapi aktivitasnya tetap berjalan di bawah permukaan. Seperti halnya gerakan klandestin lainnya di negara lain, dilarangnya HTI tidak membuat geliat para aktivisnya mati.
Melalui acara “Metamorforshow”, mereka justru memperlihatkan usahanya dalam menarik simpati generasi muda melalui format acara yang menyenangkan, seperti stand-up comedy dan konser musik. Dia menilai kelompok tersebut kini berani secara terbuka menyebarkan gagasannya dengan acara itu.
"Jika dulu caranya masih melalui forum atau kajian tertutup, ternyata baru-baru ini kita ketahui bersama jika HTI mulai menggunakan forum terbuka dan bahkan sifatnya menghibur," katanya.


















