Presiden Prabowo duduk satu meja di sebelah Wapres Ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno saat menghadiri acara Halal Bihalal Purnawirawan TNI-Polri, Selasa (6/5/2025). Foto: Tangkapan Layar YouTube Setneg
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Halal Bihalal Purnawirawan TNI AD dan Keluarga Besar TNI-Polri di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (6/5/2025) sore. Dalam momen tersebut, Presiden Prabowo duduk satu meja di sebelah Wakil Presiden (Wapres) Ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.
Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 16.27 WIB didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta sejumlah anggota Kabinet Merah Putih.
Dipantau dari siaran langsung kanal YouTube Setneg, sebelum mengambil tempat duduk di barisan terdepan, Presiden Prabowo menyempatkan diri berkeliling dan menyalami para purnawirawan dan keluarga besar TNI-Polri.
Acara tersebut juga dihadiri Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto, Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin, serta Titiek Soeharto.
Hadir juga Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, mantan Kepala BIN AM Hendropriyono, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan perwakilan DPR Edhie Baskoro Yudhoyono.
Acara dibuka dengan tausiyah dan doa oleh oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam tausiyahnya, Nasaruddin mengisahkan sejarah lahirnya tradisi halal bihalal di Indonesia.
Sementara itu, Presiden Prabowo dalam pidatonya memberikan penghormatan khusus kepada generasi pejuang Angkatan 1945. Prabowo menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keprajuritan dan semangat kepemimpinan yang diwariskan oleh para pejuang kemerdekaan.
“Kita sebagai purnawirawan diajarkan sejak muda sebagai prajurit bahwa hidup kita bukan lagi milik kita sendiri, melainkan telah dipersembahkan untuk negara, bangsa, dan rakyat,” ujar Presiden.
Prabowo juga menyebut dirinya dan rekan-rekan seangkatannya sebagai generasi yang beruntung, karena sempat mengalami didikan langsung dari tokoh-tokoh Angkatan 45.
Prabowo lebih lanjut mengatakan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan oleh militer, tetapi juga oleh berbagai kelompok non-militer yang memiliki semangat patriotisme tinggi.
“Mereka adalah generasi yang memimpin perebutan kemerdekaan kita, dengan keberanian luar biasa menghadapi kekuatan besar dunia saat itu,” katanya.
Prabowo juga mengingatkan sosok Jenderal Sudirman yang memimpin TNI di usia 29 tahun, serta Ignatius Slamet Riyadi yang memimpin brigade di usia 22 tahun sebagai simbol nyata kepemimpinan muda Indonesia yang tangguh.
"Generasi ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia tidak mau dijajah, tidak mau jadi bangsa kuli atau bangsa yang lemah. Mereka berani mengambil sikap di tengah keterbatasan, tanpa anggaran, tanpa organisasi yang kuat, bahkan dengan senjata yang direbut dari penjajah," tegasnya.