Penandatanganan Memorandum of Agreement oleh Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK) Universiti Kebangsaan Malaysia dengan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Prof. Alamsyah (kanan). Foto: Dok. FIB Undip.
SEMARANG, (ERAKINI) – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) melakukan kerjasama penguatan internasional dengan Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Kejasama ini merupakan bentuk realisasi internasionalisasi bagi fakultas menuju world class faculty alias fakultas kelas dunia. Delegasi dari FIB Undip diwakili Dekan FIB Prof. Alamsyah dan Yuli Rohmiyati, PhD.
Kegiatan tersebut dilakukan di Malaysia pada Rabu (19/11/2025). Prof. Alamsyah mengemukakan kerjasama ini sangat tepat sebab FIB Undip berkepentingan dalam membangun relasi global.
Berdasar QS Rank, UKM menempati peringkat 126 World University Rank. “Kolaborasi ini dilakukan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan publikasi,” kata Prof. Alamsyah pada keterangan tertulisnya, Senin (24/11/2025).
Dia menjelaskan, beberapa kegiatan yang telah digelar di antaranya; visiting professor atau guest lecture, rintisan kerjsama penelitian dan publikasi.
Melalui Memorandum of AgrementFIB Undip dengan Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) diharapkan relasi ke depan dua fakultas ini semakin kokoh.
“Ada kesamaan dan kedekatan antara Program Studi dan kajian dari dua fakultas ini,” lanjut Prof. Alam, sapaannya.
Dia melanjutkana, Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK) UKM terdapat program studi dan kajian yang mencakup Bahasa dan Linguistik, Kesusasteraan dan Kebudayaan Melayu, Sejarah, Politik, Hubungan antarbangsa, Sosial, Pembangunan, Antropologi serta Sosiologi.
Hal ini, sejalan dengan FIB Undip yang mempunyai prodi sejenis. Di antaranya; Sastra Inggris, Sastra Indonesia, Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Antropologi Sosial, Linguistik dan Susastra.
Penuh Persahabatan
Kerjasama kedua belah pihak berjalan dengan penuh persahabatan dan penuh kehangatan. Delegasi FIB Undip disambut oleh Vice Dean Kerja sama Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK), Prof. Dr. Mohd Suhaimi Mohamad bersama tim, di antaranya; Prof. madya, Dr. Nor Fariza Mohd Nor, Prof. Madya. Dr. Azianura Hani binti Shaari, dan Dr. Intan Safinaz Binti Zainudin.
Dari pertemuan tersebut terbangun peluang kerja sama yang meliputi Joint research atau matching grand, Joint conference, joint research, joint publication, adjunct professor, pendampingan jurnal scopus, student mobility, mobility transfer credit, short mobility, pengiriman staf S3, dan magang mahasiswa.
Joint research atau matching grand merupakan program penelitian bersama dengan pendanaan dari kedua belah pihak. Melalui joint research ini akan dapat dikolaborasikan melalui joint publication.
Joint conference merupakan program konferensi bersama di mana kedua belah pihak Bersama-sama sebagai host kolaboratif dalam pelaksanaan konferensi.
Adapun kunjungan dosen menjadi narasumber dalam bentuk program visiting lecturer sesuai dengan keperluan masing-masing pihak untuk menguatkan kompetensi dosen dan mahaasiswa. Sedang program magang mahasiswa akan diikuti minimal 10 mahasiswa selama 8 minggu di universitas masing-masing sesuai dengan program studi yang ada.
Program magang ini bisa di universitas atau lembaga lain yang relevan. Mobility transfer credit dapat dilakukan selama 1 semester dengan SKS yang sama. Mahasiswa dapat tinggal di masing-masing negara
“Melalui kerja sama yang telah dibangun ini FIB Undip menyambut baik karena program ini relate dengan visi dan misi Undip untuk menjadi universitas riset berkelas dunia,” sambung Prof. Alam.
FIB, sebutnya, akan dapat merealisasikan berbagai kerja sama internasional tersebut melalui program WCU (World Class University). Dalam waktu dekat MOA akan direalisasikan dalam tataran impelementatif dalam bentuk LOI (Letter of Intent).
Ketua Departemen Library and Information Science FSSK UKM Prof. Dr. Norhidawati Abdullah menyatakan dukungan kuat terhadap kemitraan ini. Selain itu juga disepakati kerangka kerjasama yang membuka peluang bagi pelaksanaan konferensi terindeks scopus, proyek penelitian bersama, publikasi bersama, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mobilitas mahasiswa, kursus singkat khusus, dan program magang.
“Kemitraan antarfakultas ini menekankan komitmen bersama terhadap keunggulan akademik dan pertumbuhan bersama, memperkaya pengalaman bagi mahasiswa dan staf fakultas sekaligus berkontribusi secara bermakna bagi pembangunan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata dia.