Gusdurian Desak Prabowo Copot Kapolri dan Hentikan Represifitas ke Pendemo
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Jaringan Gusdurian menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada para korban kekerasan dalam penanganan aksi demonstrasi yang berlangsung beberapa hari terakhir. Mereka menilai kebrutalan aparat keamanan dan sikap arogan sejumlah pejabat telah memperparah situasi sosial dan politik di tengah rakyat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.
Dalam pernyataan sikapnya, Jaringan GUSDURian menilai aksi protes dipicu oleh kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, seperti kenaikan pajak, tunjangan anggota DPR, serta praktik rangkap jabatan yang memperlihatkan kemewahan pejabat di tengah kondisi masyarakat yang kesulitan akibat PHK, pengangguran, dan lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Hal ini diperburuk dengan komentar arogan para pejabat dan kebrutalan polisi dalam menangani aksi protes. Situasi ini bisa menjadi pemicu melemahnya supremasi sipil,” ujar Imam salah satu dari 12 penggerak Gusdurian saat membacakan pernyataan sikap di Penutupan Temu Nasional Jaringan GUSDURian di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Minggu (31/8/2025).
Menanggapi kondisi ini, Jaringan Gusdurian menyampaikan 7 tuntutan, yakni:
















