Rampung! Inilah Hasil Jakarta Plurilateral Dialogue 2023 (1)
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Jakarta Plurilateral Dialogue (JPD) 2023 telah rampung diselenggarakan di Jakarta, Indonesia pada tanggal 29-31 Agustus 2023.
Dengan tema yang diangkat, 'Strengthening The Culture of Tolerance by Mainstreaming The United Nations Human Rights Council Resolution 16/18', JPD (2023) dihadiri para tokoh agama, aktivis HAM, perwakilan Kedubes 64 negara, FKUB 34 provinsi, para penyuluh agama, dan para akademisi dari berbagai negara.
"Dialog ini menekankan komitmen para peserta dan menyerukan upaya kolaborasi untuk mendukung upaya global dalam memerangi intoleransi, stereotip negatif, diskriminasi, dan kekerasan terhadap orang berdasarkan agama atau kepercayaan dan untuk mendorong dialog global untuk mempromosikan budaya toleransi dan perdamaian, " kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Siti Ruhaini Dzuhayatin saat menyampaikan poin-poin ringkasan dialog internasional tersebut di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (30/8/2023).
Berikut poin-poin hasil Jakarta Plurilateral Dialogue (JPD) 2023,
1. Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno LP Marsudi menekankan bahwa Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadopsi Resolusi penting 16/18 yang memberikan blue print untuk menumbuhkan toleransi beragama, perdamaian dan rasa hormat.
Ia mengusulkan tiga langkah, yaitu menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan kebebasan dari diskriminasi, menetapkan kerangka hukum dan mendorong upaya inovatif untuk memerangi intoleransi.
2. Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, menekankan bahwa Resolusi 16/18 merupakan respons yang menguatkan semangat bahwa kemanusiaan menang atas kebencian, intoleransi dan diskriminasi.
Ia juga menceritakan bagaimana pengalaman Indonesia menunjukkan pentingnya penguatan budaya toleransi dalam kaitannya dengan landasan demokrasi.
3. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy menggarisbawahi pentingnya menjaga kesatuan keberagaman dalam masyarakat sebagai kunci pembangunan dunia.
Ia juga menekankan Jakarta Plurilateral Dialogue sebagai platform yang tepat untuk membangun budaya toleransi secara konstruktif melalui dialog dan berbagi praktik terbaik.
4. Wakil Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB Muhammadou M.O. Kah, memberikan pandangan umum mengenai implementasi Resolusi Dewan Hak Asasi Manusia PBB 16/18.

















