Pembukaan Kongres Keluarga Maslahat 2025, PBNU Luncurkan Aplikasi GKMNU
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Kongres Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi dibuka di Hotel Bidakara, Jakarta, yang dibuka pada Jumat (31/1/2025).
Dalam acara pembukaan ini, PBNU meluncurkan aplikasi Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) yang memuat beragam fitur layanan keluarga maslahat berbasis teknologi.
Peluncuran aplikasi GKMNU ini dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, dan Penanggung Jawab Kongres Keluarga Maslahat NU Alissa Wahid.
Adapun GKMNU mengusung konsep utama, yaitu Keluarga, Maslahat, dan Arah gerakan.
Pertama yaitu keluarga. Keluarga adalah Ikatan berdasarkan hubungan darah, perkawinan, atau pertalian emosional. Dalam konteks GKM, Keluarga dimaknai secara luas sebagai masyarakat dengan ikatan kebersamaan.
Kedua adalah Maslahat yang berarti kepentingan, manfaat, atau kebaikan bersama. Dalam GKM, arti Maslahat adalah tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
Ketiga, Isu keluarga sangat penting dan menjadi perhatian banyak warga NU. GKM menjadi wadah bersama dalam berkhidmah mewujudkan keluarga maslahat. Jadi GKM adalah gerakan masyarakat yang memiliki ikatan dan tujuan yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan.


















