Mahfud MD Segera Mundur dari Menko Polhukam: Negara Sudah Tidak Netral
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD malam ini menyatakan segera mundur dari Kabinet Indonesia Maju. Langkah ini dia diambil sebagai bentuk protes keras dan kritik moral.
Hal tersebut disampaikan Mahfud menanggapi pertanyaan anak muda Semarang, Jawa Tengah, yang hadir dalam kegiatan “Tabrak Prof!”, Selasa (23/1/2024).
“Negara kita sedang tidak baik-baik saja. Kita melihat indikasi penyimpangan kekuasaan. Negara sudah tidak netral dalam penyelenggaraan pemilu. Ada pengerahan aparat. Presiden pun bertindak, perangkat desa dikerahkan,” katanya mengawali pertanyaan.
“Kami generasi mudah butuh kepastian. Berkaitan statement sore tadi Pak Ganjar (Pranowo, calon Presiden nomor urut 3) menyarankan Prof Mahfud agar terhindar dari conflict of interest, beliau menyarankan Prof Mahfud untuk mundur saja dari kabinet. Kami ingin ketegasan sikap Prof Mahfud,” lanjutnya.
Sebelumnya, Capres Ganjar Pranowo menyarankan Mahfud untuk mundur dari jabatan Menko Polhukam demi menjaga pemilu agar berlangsung jujur dan adil, serta menghindari conflict of interest.
Terhadap pertanyaan tersebut, Mahfud menjawab tegas. "Apa yang disampaikan Pak Ganjar ke publik sore ini adalah kesepakatan saya dan Pak Ganjar sejak awal bahwa saya pada saat yang tepat nanti pasti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik,” tuturnya.
Mahfud berusaha memberikan contoh agar pejabat negara tidak menyalahgunakan jabatan dan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye. “Tapi upaya percontohan itu tidak berhasil,” ucapnya.

















