Tentang Hari Bhakti Transmigrasi yang Diperingati Setiap 12 Desember
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Indonesia kembali memperingati Hari Bhakti Transmigrasi yang jatuh setiap tanggal 12 Desember. Momentum ini menjadi pengingat perjalanan panjang program transmigrasi yang telah berkontribusi dalam pemerataan pembangunan dan populasi di berbagai wilayah Tanah Air.
Dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (12/12/2025), transmigrasi pertama kali diperkenalkan Presiden Soekarno pada 1927 melalui sebuah tulisan di Harian Soeloeh Indonesia. Gagasan ini kemudian berkembang menjadi kebijakan resmi pemerintah setelah Indonesia merdeka.
Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi bermula pada 12 Desember 1950, ketika pemerintah untuk pertama kalinya memberangkatkan transmigran secara resmi. Pada momen bersejarah tersebut, sebanyak 23 kepala keluarga (KK) diberangkatkan ke Lampung dan 2 KK menuju Lubuk Linggau. Keberangkatan itu menjadi tonggak awal pelaksanaan program transmigrasi yang dikelola sepenuhnya oleh pemerintah Indonesia.
Melansir laman Amikom, Hari Bhakti Transmigrasi diperingati untuk menghormati peran transmigrasi dalam pembangunan nasional sekaligus mengenang perjuangan para perintisnya. Tak hanya memindahkan penduduk dari daerah padat ke wilayah lain, transmigrasi juga dinilai berperan dalam membuka pusat-pusat ekonomi baru dan menyeimbangkan persebaran penduduk.
Namun, perjalanan program ini tidak lepas dari peristiwa kelam. Salah satunya Tragedi Kali Sewo pada 11 Maret 1974, ketika puluhan transmigran asal Boyolali meninggal akibat kecelakaan bus dalam perjalanan menuju lokasi penempatan. Peristiwa tersebut kini selalu diperingati sebagai bentuk penghormatan kepada para pionir transmigrasi yang gugur dalam tugas.
Setiap tahun, Kementerian Transmigrasi menggelar upacara tabur bunga dan doa bersama pada 12 Desember untuk mengenang jasa para transmigran sekaligus menegaskan kembali semangat pembangunan melalui pemerataan penduduk.
















