BMKG: Hujan Lebat dan Petir Ancam Sebagian Besar Kota Besar, Waspadai Banjir Rob di Pesisir
Thomas Pulungan






Prakirawati BMKG Nurul Izzah Fitria melaporkan bahwa curah hujan ringan dengan intensitas kurang dari 2,5 mm per jam diperkirakan terjadi di sejumlah kota, seperti Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Bandar Lampung, Pangkal Pinang, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Tanjung Selor, Ambon, Sorong, Ternate, Manokwari, Nabire, Makassar, dan Kendari.
“Hujan berintensitas sedang akan mengguyur wilayah Mamuju dan Manado,” ujar Nurul.
Sementara itu, hujan lebat disertai petir diprakirakan terjadi di Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Nabire, Merauke, dan Jayawijaya, dengan curah hujan lebih dari 5 mm per jam.
Adapun beberapa kota besar seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Palembang, Serang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Kupang, Samarinda, Jayapura, Palu, dan Gorontalo diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal atau berkabut dengan suhu berkisar antara 25–29 derajat Celsius.
Potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia inidipengaruhi oleh dinamika atmosfer, transisi musim dari hujan ke kemarau, serta kondisi cuaca lokal.
BMKG juga mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis Wutip yang terpantau berada di Laut Cina Selatan, timur laut Vietnam. Keberadaan siklon ini memperkuat pertemuan angin dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.
Selain itu, terdapat gelombang atmosfer seperti gelombang Rossby ekuator yang terpantau di wilayah selatan Lampung hingga utara Jawa Barat serta gelombang Kelvin di Jawa Timur.
Fenomena ini turut meningkatkan potensi hujan dan mempercepat angin permukaan hingga lebih dari 25 knot, serta menyebabkan gelombang laut tinggi 2,5-4 meter di wilayah terdampak.
Untuk itu, BMKG memperingatkan adanya potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir akibat kombinasi pasang air laut dan cuaca ekstrem.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Banten, utara Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, serta pesisir Maluku.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi nelayan dan pengguna transportasi laut. “Waspadai dampak banjir rob terhadap aktivitas pelabuhan, pesisir, dan daerah rendah lainnya,” tutup Nurul.

