RI Alami Kemarau Basah Sampai Kapan? Ini Penjelasan BMKG!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa musim kemarau tahun ini berbeda dari biasanya.
Alih-alih kering dan minim hujan, sebagian besar wilayah Indonesia justru masih diguyur hujan, menandai terjadinya fenomena yang dikenal sebagai kemarau basah. BMKG mengonfirmasi bahwa kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga Agustus 2025.
Fenomena kemarau basah mengacu pada situasi saat hujan tetap turun secara berkala di tengah musim kemarau. Ini bukan hal lazim, karena musim kemarau biasanya identik dengan cuaca panas dan udara kering.
BMKG menyebut bahwa 185 wilayah alami kemarau di atas normal. Dalam laporan terbaru terkait musim kemarau 2025, BMKG menyebut bahwa sekitar 185 Zona Musim (ZOM) atau 26 persen dari seluruh wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau dengan curah hujan lebih tinggi dari rata-rata normal.
Artinya, meski berada di periode kemarau, hujan tetap berpotensi turun dengan frekuensi dan intensitas yang signifikan. "Curah hujan musiman di wilayah-wilayah ini akan melebihi angka normal," ungkap BMKG dalam proyeksinya.
Sementara itu, periode peralihan ke musim hujan atau masa pancaroba diperkirakan oleh BMKG terjadi antara September hingga November 2025 dan musim hujan berikutnya akan dimulai sekitar Desember 2025 sampai Februari 2026.















