3.100 Sekolah Rusak Berat Akibat Bencana Sumatera, Bagaimana Nasib Pembelajaran Siswa?
Thomas Pulungan







Meski demikian, Pratikno memastikan proses pembelajaran bagi siswa terdampak bencana tetap berjalan, meskipun sebagian masih berlangsung di tenda-tenda pengungsian dengan fasilitas yang terbatas.
“Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan bahwa meskipun di tenda, proses belajar-mengajar tetap dilaksanakan semaksimal mungkin,” ujar Pratikno dalam konferensi pers di Posko Terpadu Penanganan Bencana Sumatera, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Pratikno mengatakan, pemerintah terus mengupayakan pembersihan dan perbaikan sekolah rusak itu. Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp20 juta per sekolah untuk kegiatan pembersihan, menyesuaikan dengan tingkat kerusakan.
Di Aceh, tercatat 2.303 sekolah terdampak. Dari jumlah tersebut, 1.773 sekolah atau sekitar 66 persen telah pulih, sementara 516 sekolah masih dalam proses pembersihan. Namun, beberapa sekolah mengalami kerusakan berat sehingga tidak memungkinkan digunakan untuk pembelajaran pada 14 Januari 2026.
“Oleh karena itu, pembelajaran akan dilakukan di tenda. Saat ini disiapkan 14 tenda untuk sekolah-sekolah tersebut,” kata Pratikno.
Sementara di Sumatera Barat, terdapat 500 sekolah terdampak dan sebanyak 431 sekolah atau 98 persen di antaranya telah diperbaiki dan siap melaksanakan proses belajar-mengajar.
“Masih ada 21 sekolah yang pembelajarannya dilakukan di tenda, tetapi proses percepatan perbaikan terus berlangsung,” ujarnya.
Adapun di Sumatera Utara, sebanyak 981 sekolah terdampak. Sebanyak 933 sekolah atau lebih dari 95 persen telah pulih, sementara 29 sekolah masih dalam proses pembersihan. Namun, 19 sekolah dipastikan belum siap digunakan pada 5 Januari 2026 sehingga pembelajaran sementara masih dilakukan di tenda.
“Proses belajar-mengajar dipastikan tetap berjalan. Bantuan relawan untuk pembersihan terus dilakukan, dan biaya pembersihan hingga Rp20 juta per sekolah telah disiapkan pemerintah sesuai kondisi masing-masing sekolah,” jelas Pratikno.
Selain itu, pemerintah daerah juga memanfaatkan fasilitas publik lain untuk mendukung layanan masyarakat. Di Padang, Sumatera Barat, misalnya, puskesmas berbagi fasilitas layanan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pratikno menambahkan, pada 5 Januari 2026 siswa akan memasuki masa pembelajaran baru. Saat ini masih terdapat 587 sekolah yang dalam proses pembersihan, dengan target penyelesaian pada 4 Januari 2026.
“Namun, masih akan ada proses belajar-mengajar yang dilaksanakan di tenda, yaitu di 54 sekolah di tiga provinsi,” sebut Pratikno.