Alumni SMA Taruna Nusantara yang berkiprah dalam Pemerintahan Prabowo Subianto kembali bertambah. Agung Gumilar Saputra (kiri) diangkat menjadi Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis, serta Tedi Bharata (kanan) sebagai Wakil Kepala BP BUMN. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Alumni SMA Taruna Nusantara yang berkiprah dalam kembali bertambah. Terbaru, dua dilantik menjadi dan Wakil Kepala .
Agung Gumilar dan Tedi Bharata dilantik bersamaan dengan 23 pejabat baru lainnya di Istana Negara, Rabu (8/10/2025). Para pejabat yang dilantik terdiri atas wakil menteri, kepala badan, asisten khusus presiden, hingga gubernur dan wakil gubernur Papua.
Lantas, seperti apa kiprah kedua alumni SMA Taruna Nusantara yang kini bergabung dalam pemerintahan Presiden Prabowo? Berikut profil singkatnya.
1. Agung Gumilar Saputra
Agung menjadi salah satu dari dua Asisten Khusus Presiden yang baru dilantik. Di posisi barunya, Agung bertugas membantu presiden dalam menyiapkan dan mengelola data penting yang menjadi dasar pengambilan keputusan strategis negara. Selama ini, Agung sudah kerap membantu Kepala Negara menyiapkan data dan menyusun pidato dalam berbagai agenda kepresidenan.
Dirangkum Erakini, Kamis (9/10/2025), Agung Gumilar merupakan alumni SMA Taruna Nusantara tahun 1997 (TN 5). Ia satu angkatan dengan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Agung lahir di Tangerang pada 12 Juni 1979. Ia menyandang gelar master bidang Applied Computer & Information Technology dari Oslo Metropolitan University, Norwegia, dengan tesis tentang quantum computing.
Sebelumnya, Agung juga meraih gelar Magister Manajemen (MM) dari Swiss German University Indonesia pada 2006; Magister Administrasi Bisnis (MBA Finance) dari Hochschule Konstanz, Jerman; serta MComm (Accounting) dari Curtin University, Australia, pada 2016.
Saat ini, Agung sedang menempuh program doktor di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB).
Agung mulai mengenal Prabowo ketika terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa pada tahun 1997. Beasiswa ini diinisiasi oleh Prabowo. Setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara, ia melanjutkan studi ke Virginia Military Institute, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar BSc di bidang Teknik Sipil (Civil Engineering).
Lulus dari Amerika Serikat, Agung menjadi perwira TNI AD melalui jalur perwira karier dengan pangkat Letnan Dua Infanteri di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Ia sempat berdinas di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpasus) hingga pensiun dini pada 2005. Setelah itu, Agung fokus menjadi asisten pribadi (aspri) dan asisten sorot (asrot) Prabowo Subianto, dengan tugas utama menganalisis data serta menyiapkan materi untuk strategi dan presentasi.
Pada 2024, ia bergabung dalam Tim Asistensi Pemerintah yang diketuai TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Dalam tim tersebut, ia berperan menyusun berbagai kebijakan strategis nasional dan mendukung penerapan program transformasi pemerintahan berbasis digital.
Di dunia start-up, Agung merupakan pendiri perusahaan teknologi ClearKarbon Exchange di Norwegia, sekaligus menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO).
2. Tedi Bharata Tedi Bharata merupakan salah satu dari dua Wakil Kepala BP BUMN, lembaga baru hasil transformasi dari Kementerian BUMN.
Tedi adalah alumni SMA Taruna Nusantara tahun 2001 (TN 9). Pria kelahiran 31 Mei 1983 itu melanjutkan studi Ilmu Komputer di Universitas Pelita Harapan dan lulus pada 2005. Ia kemudian meraih gelar Master of Public Administration dari Columbia University pada 2016.
Ia juga mengikuti program eksekutif di Tsinghua University pada 2017 dan Strategic Management & Leadership Program di Universitas Pertahanan Indonesia pada 2024.
Kariernya dimulai dari perusahaan teknologi asal Jerman, Siemens, sebelum bergabung sebagai staf khusus di BKPM pada 2008.
Pada 5 Agustus 2021, Tedi Bharata diangkat menjadi Deputi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi (SDMTI) Kementerian BUMN berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 112/TPA Tahun 2021.
Sebelum menduduki posisi tersebut, ia pernah menjabat sebagai Staf Khusus V Menteri BUMN pada 2021, Vice President Office of The Board di Mind ID pada 2019–2020, dan Investment Planning Manager–Telematic Industry di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2016–2019.