Kemenag: Pesantren adalah Episentrum Perkembangan Peradaban Indonesia
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Kementerian Agama (Kemenag) RI mengisi bulan Ramadhan 2024 dengan menebarkan pesan perdamaian lewat program PeaceSantren. Dipilihnya pesantren sebagai lokasi menebarkan pesan perdamaian adalah karena pesantren adalah episentrum perkembangan Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag RI M. Ali Ramdhani di sela acara PeaceSantren pertama yang digelar di Pondok Pesantren Az-Ziyadah, Klender, Jakarta Timur Sabtu (16/3/2024).
“Kenapa memilih pesantren? Karena episentrum perkembangan peradaban Indonesia ini dimulai dari pesantren di mana pesantren ini hadir-lahir sebelum Republik Indonesia. Pesantren ini lahir tahun 1933, sebelum merdeka. Artinya bahwa kontribusi pesantren di dalam menyebarkan dan menyi’arkan kedamaian berbasis nilai keagamaan itu sudah hadir sebelum negara ini hadir,” ujar pria yang akrab disapa Kang Dhani saat ditemui Erakini, Sabtu (16/3/2024).
Menurutnya, peran santri dalam memupuk perdamaian Indonesia sangat penting karena santri meyampaikan pesan-pesan agama yang tak bisa terpisah dengan kedamaian. “(Peran santri, red) Tentu penting karena dia menyampaikan pesan-pesan agama. Dan agama dengan perdamaian itu ‘setali mata uang’ atau tak terpisahkan. Agama adalah seuah ruang yang tentu dipenuhi dengan rasa cinta dan rasa damai. Tanpa itu, agama akan menjadi kering,” ujarnya.
















