BPKH Apps Hadirkan Fitur E-Wallet hingga Tanya Jawab AI untuk Permudah Layanan Haji
Abdul Rahman Ahdori






Kelima fitur baru itu yakni e-Wallet Haji, Transfer, Dompet Haji, Tanya Haji, dan Islamic Social Fund.
Seluruh layanan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan haji ke dalam satu ekosistem digital.
Kelima layanan itu diperkenalkan dalam Soft Launching BPKH Apps bertajuk "Experience The New BPKH Apps, Your Digital Hajj Lifestyle Companion" di BJ Habibie Room, Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, pengembangan BPKH Apps tidak sekadar ditujukan untuk menghadirkan teknologi baru.
Menurut dia, transformasi digital harus memberikan manfaat nyata dan memudahkan masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan ibadah haji.
"Transformasi digital bagi BPKH bukan sekadar menghadirkan teknologi atau menambah layanan dalam sebuah aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan kemudahan dan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan perjalanan ibadah haji,” ujar Fadlul.
Fitur e-Wallet Haji memungkinkan pengguna memanfaatkan saldo untuk mendukung kebutuhan transaksi, termasuk melakukan top up.
Sementara itu, layanan Transfer dapat digunakan untuk mengirim dana ke rekening bank dalam negeri dengan biaya Rp 1.500 per transaksi.
Adapun Dompet Haji terhubung dengan tabungan bank syariah yang dapat digunakan sebagai sumber dana transaksi.
Layanan tersebut menjadi salah satu upaya BPKH untuk mengintegrasikan kebutuhan finansial masyarakat dalam satu ekosistem digital.
BPKH Apps juga menghadirkan fitur Tanya Haji yang memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI).
Melalui layanan tersebut, pengguna dapat mengajukan pertanyaan seputar haji dan memperoleh jawaban beserta sumber informasi yang tersedia.
Sementara itu, Islamic Social Fund memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memilih dan melakukan transaksi wakaf melalui program yang dikelola Baitul Mal Muamalat dan Harika Foundation sebagai nazhir.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander mengatakan, pengembangan aplikasi tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman yang lebih terintegrasi kepada masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan haji.
"Kami ingin BPKH Apps hadir bukan hanya sebagai aplikasi untuk melihat informasi haji, tetapi sebagai teman perjalanan digital masyarakat. Mulai dari mengetahui estimasi keberangkatan, melihat informasi portofolio keuangan haji, memenuhi kebutuhan transaksi, hingga mendapatkan informasi seputar haji, semuanya kami upayakan semakin mudah diakses dalam satu ekosistem,” ujar Harry.
Menurut Harry, akses informasi menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan haji.
Karena itu, BPKH Apps dikembangkan agar masyarakat dapat memperoleh informasi, layanan finansial, dan kebutuhan pendukung lainnya secara lebih praktis.
Sebelum diperkenalkan secara lebih luas, BPKH Apps telah melalui uji coba terbatas dengan melibatkan mitra BPS-BPIH, mitra strategis BPKH Apps, serta calon jemaah haji.
Uji coba tersebut dilakukan untuk memperoleh masukan langsung dari pengguna sekaligus memastikan layanan dapat memberikan pengalaman yang mudah dan praktis.
Masukan dari pengguna dan mitra selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum aplikasi diluncurkan secara lebih luas kepada masyarakat.
"Pada akhirnya, teknologi hanyalah sarana. Tujuan utamanya adalah memberikan kemudahan dan kemaslahatan. Kami berharap BPKH Apps dapat menjadi bagian dari setiap langkah masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan menuju haji,” tuturnya.

