JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya membantah data yang disampaikan calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud Md yang menyebut deforestasi Indonesia 10 tahun terakhir mencapai 12,5 juta hektar. Hal itu disampaikan Mahfud saat debat cawapres di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2024) malam.
“Nggak bener kalau 10 tahun berapa tadi angkanya? 12,5 juta itu dari mana ngitungnya?,” kata Siti Nurbaya kepada wartawan, Senin (22/1/2024).
Siti Nurbaya menegaskan ada yang salah dari data yang disampaikan Menko Polhukam tersebut. Dia mengatakan dalam 10 tahun terakhir laju deforestasi Indonesia justru menurun.
“Saya harus mengatakan bahwa data itu salah, saya bisa kasih tahu data yang sebenarnya. Kalau 10 tahun terakhir berarti beliau pake data 2013 yah. Kalau 2013, ini datanya dulu. Saya ingin menyampaikan ada persoalan data di situ. Ada persoalan konsep dan ada persoalan bagaimana membaca data,” kata Siti Nurbaya.
Siti Nurbaya menyebutkan, tahun 2013 deforestasi Indonesia mencapai 730 ribu hektar, kemudian 2015 lajunya naik menjadi 1.09 juta hektar. Adapun kenaikan dipengaruhi oleh peristiwa kebakaran hutan yang cukup besar.
“Jadi dari 730 naik ke 1.09 juta hektar, itu karena el nino besar 2015,” ujarnya.
Kemudian tahun 2016, deforestasi Indonesia turun lagi menjadi 630 ribu hektar. Demikian pula pada tahun 2017, laju deforestasi Indonesia turun menjadi 480 hektar. Barulah di tahun 2019, deforestasi Indonesia naik karena el nino, namun datanya tidak sebesar tahun 2015.
“Maka dia deforestasinya menjadi 460 ribu hektar,” tutur Siti Nurbaya.
Lalu pada tahun 2022, laju deforestasi Indonesia hanya 104 ribu hektar. Dia pun aneh data yang disampaikan oleh Mahfud, mengapa sampai 12,5 juta hekar.
“Bagaimana bisa 10 tahun 12,5 juta hektar gitu. Sya ingin kasih tahu ya. Dan sebetulnya. di tahun 2022 itu angkanya kira-kira 240 ribuan hektar dan angka ini angka terendah sejak tahun 2003,” ucapnya.
Sebelumnya, Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 03, Mahfud MD mengatakan kerusakan hutan (deforestasi) di Indonesia yang terjadi dalam masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih luas dari wilayah Korea Selatan (Korsel).
Menurutnya, dalam 10 tahun terakhir, angka deforestasi yang terjadi di kawasan hutan Indonesia sudah mencapai 12,5 juta hektar. Ia menggambarkan luas area 12,5 juta hektar deforestasi hutan tersebut setara dengan 23 kali luas Pulau Madura, bahkan lebih besar dari luas wilayah Korea Selatan.
"Itu jauh lebih luas dari Korea Selatan dan 23 kali luasnya Pulau Madura dimana saya tinggal. Ini deforestasi 10 tahun," ungkap Mahfud.