Mabes TNI soal Anggota BAIS Dituduh Provokator Demo: Tugas Deteksi Dini
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Mabes TNI angkat bicara terkait penangkapan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) oleh personel Brimob dalam aksi demo di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Kamis (28/8). Anggota BAIS tersebut dituduh sebagai provokator aksi demo.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan, anggota BAIS yang diketahui bernama Mayor SS memang ditugaskan untuk melakukan deteksi dini dan penggalian informasi terkait jalannya aksi.
“Anggota BAIS TNI memang harus melaksanakan deteksi dini, kemudian cegah dini terhadap segala upaya ancaman. Karena itu, dimanapun situasi yang sekiranya mengancam, pasti akan ada rekan-rekan kita di situ,” kata Freddy dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/9/2025) dikutip dari Antara.
Peristiwa bermula ketika massa aksi bentrok dengan aparat Brimob di Flyover Slipi hingga terbagi ke dua arah, yakni Pejompongan dan Bendungan Hilir. Mayor SS kemudian mengikuti pergerakan Brimob menuju Bendungan Hilir. Sekitar pukul 23.25 WIB, ia bersama rekannya memantau situasi dari area pom bensin. Namun karena terhalang asap gas air mata, keduanya terpisah sekitar 50 meter.
Dalam kondisi itu, Mayor SS ditangkap seorang anggota Brimob yang menuduhnya ikut aksi. Freddy menuturkan, terjadi percakapan singkat antara keduanya. “Anggota Brimob bertanya, ‘kamu ikut demo?’ lalu dijawab Mayor SS, ‘saya tidak ikut pak.’ Ditanya lagi, ‘kalau tidak ikut ngapain di sini?’ dan dijawab Mayor SS bahwa dirinya sedang bertugas,” ungkap Freddy.














