Jemaah Perempuan Haid Tetap Bisa Berhaji
Fajar WH
MAKKAH, (ERAKINI) - Haid bukanlah penghalang untuk berhaji. Bahkan wukuf di Arafah itu wajib walaupun jemaah perempuan masih mentsruasi (haid).
"Perempuan tetap wajib berangkat ke Arafah dengan niat umrah haji walaupun dalam keadaan sedang haid. Ingat, haji adalah Arafah. Maka tidak sah bila pada 9 Zulhijjah tidak hadir di Arafah," ujar konsultan ibadah Daerah Kerja Makkah, Prof Hj Siti Mahmudah, di Makkah, Selasa (11/6/2024).
Lantas, bagaimana dengan Thawaf Ifadhah bagi perempuan yang sedang haid?
Kepala Program Doktor (S3) Hukum Keluarga, Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung ini menyarankan agar perempuan yang sedang haid menunggu sampai suci jika masih punya waktu untuk tinggal lama di Makkah. Namun jika waktunya terbatas, karena harus segera meninggalkan Tanah Air, Siti Mahmudah menyarankan cara berikut.
"Jika tidak punya waktu lagi, amati apakah ada masa jeda suci. Jika dia tidak melihat darah haid, segera mandi, lalu memakai pembalut yang rapat dan menjaga dari tetesan darah, kemudian melaksanakan thawaf ifadhah dan sai," katanya.
Jika setelah itu dia masih mendapati darah haid, thawafnya sudah sah. Namun misalkan dengan cara itu seorang perempuan belum juga suci, maka diperbolehkan melakukan Thawaf Ifadah memakai pembalut.
















