Kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir pesawat tempur telah efektif sehari setelah debat sengit terkait sistem pertahanan Indonesia pada sesi tanya jawab tiga calon presiden (capres), Minggu (7/1/2024).
Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha mengatakan, kontrak pengadaan pesawat tempurRafale buatan Dassault Aviation, Prancis tahap ketiga sejumlah 18 unit, secara resmi telah efektif pada 8 Januari 2024.
Dengan kontrak efektif itu menjadi dasar Dassault Aviation mulai memproduksi 18 unit terakhir jet tempur Rafale pesanan Indonesia.
“Kemhan RI sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation pada September 2022 sejumlah enam unit, dan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Totalnya, pengadaan pesawat tempurRafale oleh Kementerian Pertahanan RI berjumlah 42 unit,” ujar Edwin dalam keterangan tertulisnya dikutip, Rabu (10/1/2024).
Dia menyebutkan, pesawat Rafale pertama pesanan Indonesia dijadwalkan tiba di Tanah Air pada awal 2026.
“Kedatangan pesawat tempurRafale beserta persenjataan dan perangkat pendukungnya dalam beberapa tahun mendatang diharapkan akan meningkatkan kekuatan dan kesiapan TNI Angkatan Udara secara signifikan dalam menjaga kedaulatan negara di udara,” katanya.
Dalam keterangan resminya, Dassault Aviation mengumumkan bahwa kontrak pembelian Rafale tahap ketiga efektif pada 8 Januari 2024. Direktur Utama (CEO) Dassault Aviation Eric Trappier menyampaikan Indonesia resmi memborong 42 jet tempur buatan Prancis itu.
“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan kemitraan ini yang dapat terjalin dalam jangka panjang berhasil,” kata Eric.
Petinggi Dassault itu juga meyakini pilihan Indonesia membeli Rafale dapat membantu keinginan RI menjadi kekuatan utama di kawasan (major regional power).
Rafale merupakan pesawat tempur super canggih generasi 4.5 yang saat ini menjadi andalan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Jet tempur Rafale generasi teranyar yang tersedia saat ini mampu menjalankan berbagai peran dan fungsi (omnirole). Antara lain pertahanan udara, dukungan udara jarak dekat, serangan in-depth, intai udara, serangan anti-kapal, hingga pencegahan nuklir.
Kelebihan Rafale lainnya adalah kompatibilitasnya dengan berbagai macam persenjataan. Pesawat tempurRafale juga dapat dipasangkan berbagai jenis persenjataan lain, seperti rudal stand-off jarak jauh SCALP, rudal anti-kapal AM39 EXOCET, bom berpemandu laser, bom klasik tanpa pemandu dan meriam internal NEXTER 30M791 30 mm yang mampu memuntahkan 2500 peluru/menit.
Rafale merupakan pesawat tempur dengan mesin jet kembar yang dapat beroperasi dari kapal induk dan pangkalan di pantai. Jet tempur ini memiliki bentang sayap 10,90 meter dengan panjang 15,30 meter, dan tinggi 5,30 meter.
Dassault Rafale dibekali desain sayap delta yang dipadukan dengan kanard (aeronautika) aktif terintegrasi untuk memaksimalkan kemampuan manuver zero gravity atau G (+9 G atau -3 G) untuk kestabilan terbang.
Berat Rafale ketika dalam keadaan kosong sekitar 10 ton. Sedangkan berat maksimal yang dapat ditopang jet ini untuk lepas landas adalah 24,5 ton, termasuk beban eksternal sebesar 9,5 ton.
Melansir laman resminya, jet tempur dari Prancis ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 1,8 Mach atau sekitar 2.205 kilometer per jam. Selain itu, jet tempur ini mampu terbang di ketinggian hingga 15 ribu meter.