Gambar lambang Burung Garuda dengan latar belakangan berwarna biru tua yang viral di media sosial sejak Rabu (21/8/2024) malam. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Gambar lambang Burung Garuda dengan latar belakangan berwarna biru tua atau Garuda Biru bertuliskan 'Peringatan Darurat' menjadi trending topic di platform X dan ramai dibagikan di grup-grup WhatsApp maupun Instagram Stories, sejak Rabu (21/8/2024) malam
Unggahan tersebut merupakan ajakan kepada masyarakat untuk ikut berunjuk rasa mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Gerakan ini sebagai respons setelah DPR RI menyepakati revisi Undang-Undang Pilkada (UU) yang menganulir putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang menetapkan syarat calon kepala daerah.
Konsep dari video singkat itu pun tampak seperti tayangan siaran TV nasional TVRI yang menggambarkan gaya video lawas tahun 1991. Isi dari video itu sebuah karya fiktif menceritakan tentang peringatan darurat untuk warga sipil Indonesia tentang adanya aktivitas anomali yang dideteksi oleh pemerintah.
Gambar garuda biru ini pertama kali dibagikan oleh beberapa akun kolaborasi, seperti @najwashihab, @narasinewsroom, @matanajwa, dan @narasi.tv, di akun Instagram mereka.
Laman narasi.tv misalnya, menjelaskan bahwa postingan poster bertuliskan "Peringatan Darurat" tersebut merupakan penggalan dari sebuah video lama yang diunggah oleh akun YouTube EAS Indonesia Concept pada 22 Oktober 2022.
EAS Indonesia Concept merupakan sebuah akun YouTube yang membuat video dengan konsep The Emergency Alert System (EAS) versi Indonesia. EAS adalah sistem peringatan kedaruratan nasional Amerika yang didesain untuk menyebarkan pesan darurat di tengah siaran televisi dan radio.
Dalam unggahan-unggahannya, akun EAS Indonesia Concept menggunakan metode EAS untuk membuat video horor fiktif yang dikenal sebagai analog horor. Di video yang menampilkan gambar garuda biru tersebut terlihat tulisan peringatan darurat dengan latar biru dan gambar garuda disertai dengan alarm morse dan musik yang terkesan menyeramkan.
Anomali yang diberikan kode ANM-021 tersebut dinamai MESEM yang digambarkan sebagai entitas yang tidak punya rambut, hidung dan mulut tapi memiliki badan manusia.
Anomali seram tersebut disebutkan hanya memiliki mata tertutup dan bisa menirukan suara makhluk hidup. Disebutkan kalau sang mahluk bisa membunuh dengan cara mengambil kepala korban. Warga pun dihimbau untuk berada di dalam rumah.
Diketahui,sejumlah elemen masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (22/8/2024) pagi ini. Aksi demo akan berlangsung di Gedung DPR RI dan Mahkamah Konstitusi (MK).
Di depan Gedung DPR RI, Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bakal turun besar-besaran. untuk mengawal putusan MK terkait Pilkada. Aksi demo dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) juga akan menggelar demonstrasi di lokasi yang sama, dimulai pukul 09.00 WIB.
Di Gedung MK juga akan ada massa yang turun pukul 10.00 WIB. Di lokasi ini sejumlah aktivis ’98 dan guru besar baka turut serta dalam demonstrasi.
Di antara tokoh yang bakal hadir yakni Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani, serta beberapa guru besar, pakar hukum, akademisi, dan aktivis ’98.