Berdasarkan Surat Fraksi Partai NasDem bernomor F.NasDem/768/DPR-RI/VIII/2025, Ahmad Sahroni dipindahkan menjadi anggota Komisi I DPR RI, yang membidangi urusan pertahanan, komunikasi, dan hubungan luar negeri.
Ketua Fraksi NasDem DPR RI Viktor Laiskodat mengatakan rotasi tersebut merupakan bagian dari dinamika politik nasional sekaligus bentuk komitmen partai dalam menjalankan politik restorasi.
Menurut dia, Komisi III DPR memiliki peran vital dalam mengawasi institusi penegak hukum seperti Kejaksaan, Kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Dengan adanya rotasi, lanjut Viktor, NasDem ingin mempertegas fokus pengawasan dan legislasi di bidang hukum.
“Setiap kader ditempatkan bukan hanya berdasarkan kebutuhan internal, tetapi juga demi menjawab tantangan kebangsaan yang terus berkembang,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Adapun posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang ditinggalkan Sahroni kini digantikan oleh Rusdi Masse Mappasessu, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem yang sebelumnya bertugas di Komisi IV DPR RI.
Diketahui, Sahroni belakangan menjadi sorotan menyusul sejumlah pernyataannya yang menuai kontroversi. Dalam salah satu pernyataannya, Sahroni menyatakan mendukung aparat menangkap pedemo anarkis di bawah umur.
Sebab, menurut dia mereka adalah orang-orang brengsek. Sahroni juga mengatakan rakyat yang minta DPR RI dibubarkan adalah orang palin tolol sedunia.
Dikutip dari laman resmi Partai NasDem, Sahroni lahir di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977. Ia menjabat anggota DPR RI Periode 2024 – 2029 dari Dapil 3 yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Sahroni pertama kali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Partai NasDem mewakili Dapil DKI Jakarta III dengan memperoleh 60.683 suara. Dia kemudian terpilih kembali menjadi anggota Dewan periode 2019-2024 pada Pemilu 2019 juga dari dapil yang sama. Ia kembali terpilih pada periode ketiga tahun 2024 dan menjadi Wakil Ketua Komisi III.
Selain aktif didunia politik, Ahmad Sahroni juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi seperti Sekretariat Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI), Ketua bidang Lembaga Kejaksaan KADIN, Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI).
Ahmad juga dikenal sebagai salah satu kolektor mobil mewah. Bahkan, ia pernah dipercaya sebagai ketua dari komunitas Ferrari Indonesia.
Sahroni dikenal dengan sapaan Roni oleh pendukungnya. Roni memiliki latar bekalang pengusaha transportasi yang sukses. Dia adalah pemilik sekaligus Presiden Direktur PT Ekasamudra Lima yang bergerak di bidang perkapalan dan suplai BBM solar, serta PT Sagacos Intec.
Roni juga mempunyai usaha di bidang properti di beberapa wilayah . Di bidang politik Roni pernah menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jakarta dan juga Bendahara DPP NasDem.
Pada DPR masa kerja 2014-2019, Roni pernah duduk di Komisi XI yang membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan serta Komisi III yang membidangi masalah hukum. Dia juga pernah menjadi anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Badan Kerja Sama Antar Parlemen ( BKSAP) serta duduk juga sebagai Kapoksi Banggar NasDem.
Perjalanan Hidup Ahmad Sahroni Ahmad Sahroni sejatinya lahir dari keluarga sederhana. Ibunya bekerja sebagai penjual nasi Padang di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Sejak kecil, ia tinggal bersama ibu dan neneknya.
Pahitnya kehidupan mulai dirasakan Sahroni ketika warung nasi Padang milik ibunya digusur. Demi membantu keluarga, ia pun bekerja serabutan. Saat duduk di bangku SMP, Sahroni menjadi tukang semir sepatu. Bahkan ketika hujan, ia memanfaatkan kesempatan dengan menawarkan jasa ojek payung.
Selepas SMA, Sahroni bekerja sebagai sopir pengganti di perusahaan pengisian bahan bakar minyak untuk kapal. Pekerjaan itu tidak memberinya penghasilan tetap, sebab ia hanya dibayar jika tenaganya dibutuhkan.
Ia kemudian mencoba peruntungan dengan menjadi awak kapal pesiar Century yang berlayar menuju Atlanta, Amerika Serikat. Di sana, ia bekerja 11 jam sehari sebagai pencuci peralatan masak.
Sepulangnya ke Indonesia, Sahroni kembali menjadi sopir pengganti di perusahaan pengisian BBM kapal. Namun, pengalaman ini justru menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia banyak belajar tentang bisnis dari bos barunya dan bahkan dipercaya untuk menagih utang rekan kerja sang bos. Kepercayaan itu menjadi awal lonjakan kariernya.
Dalam waktu tiga tahun, Sahroni naik jabatan dari karyawan baru, menjadi manajer, hingga akhirnya menduduki kursi direktur. Kepercayaan yang ia raih sebanding dengan kemampuan dan kerja kerasnya.
Pada 2004, ia memutuskan keluar dari perusahaan dan merintis usaha sendiri bersama kawan-kawannya. Mereka memulai bisnis jual beli bahan bakar kapal dari bawah pohon.
Perlahan, bisnis itu berkembang dan membuka jalan ke bidang lain seperti properti dan investasi mobil. Kesuksesan demi kesuksesan membuat Ahmad Sahroni mendapat julukan Crazy Rich Tanjung Priok.