Tour Wayang Santri Malaysia 2025 Sukses Digelar, Titik Awal Sinergi Budaya 2 Negara
Thomas Pulungan
KUALA LUMPUR, (ERAKINI) - Misi budaya Tour Wayang Santri Malaysia 2025 sukses digelar. Pagelaran ini bukan akhir, melainkan titik awal sinergi budaya Indonesia-Malaysia.
Wayang Santri telah membunyikan gamelannya di Malaysia, meninggalkan gema persaudaraan dan kebanggaan yang akan terus bergaung. Pagelaran selam pentas di Malaysia membuktikan bahwa seni tradisi bukan sekadar warisan, tapi jembatan hidup yang merajut rindu diaspora, memperkuat persaudaraan serumpun, dan menyampaikan kebijaksanaan lintas zaman.
Misi budaya Tour Wayang Santri Malaysia 2025 mencapai puncaknya dalam penutupan bersejarah di KBRI Kuala Lumpur. Pagelaran penuh makna yang digagas Ketua MPR RI Ahmad Muzani ini tidak hanya memukau penonton, tetapi juga menegaskan kekuatan diplomasi budaya melalui suara emas para nara sumber kunci. KBRI pun penuh sesak pengunjung yang ingin melihat pentas penutupan wayang santri.
Dalam kesempatan tersebut, Minister Counsellor Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Wishnu Krisnamurthi menyampaikan kekagumannya,dengan pentas wayang santri.
"Luar biasa! Secara pribadi, ini pertama kalinya saya menyaksikan langsung Wayang Santri. Biasanya hanya lewat medsos. Saya melihat kebahagiaan masyarakat Indonesia di Malaysia, baik yang hadir langsung maupun lewat streaming YouTube. Acara seperti ini langka, biasanya hanya bisa dinikmati saat pulang ke Tanah Air. Kehadirannya di sini membangkitkan kebahagiaan dan ke-Indonesia-an kita," ungkapnya.
Wishnu Krisnamurti menekankan komitmen Kedutaan Besar dalam mendukung promosi budaya seperti wayang santri. “Bagi pihak Indonesia yang ingin mengadakan kegiatan serupa, kami sambut baik dan siap mendukung. Harapannya, pertunjukan semacam ini semakin sering digelar untuk menyatukan hubungan diaspora dengan Tanah Air," tambahnya.
Sementara Ketua Panitia Tour Wayang Santri Malaysia Edy Budiyarso menjelaskan bawajWayang Santri adalah dakwah Islam melalui seni wayang, yang hidup subur di pesisir utara Jawa. Dengan bahasa Ngapak dan Indonesia, ia mudah diterima semua kalangan.
Ia menyampaikan pesan khusus dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani, bahwa tour wayang santri ke Malaysia adalah bagian dari menyambut 80 tahun Indonesia Merdeka, sekaligus hadiah hiburan bagi diaspora yang telah berkontribusi bagi negeri.
“Pesan Bapak Muzani, Mari jaga semangat kebangsaan dan taati aturan pemerintah Malaysia. Presiden Prabowo sendiri memiliki ikatan khusus dengan Malaysia, beliau pernah bersekolah dasar di sini. Mari jaga nama baik bangsa!" tukasnya.
Pagelaran pamungkas digelar di Aula KBRI Kuala Lumpur pada pukul 16.00-19.00 waktu setempat, dengan gratis dan disiarkan langsung di YouTube Channel 9id. Ki Haryo Susilo Enthus Susmono, dalang milenial penerus legenda Ki Enthus Susmono, mementaskan wayang santri "Putra Satria Laras", memadukan seni tradisi Jawa dengan nilai-nilai kepemimpinan dan akhlak Islami yang relevan di era modern.
Dalang Ki Haryo Susilo Enthus Susmono menghidupkan lwayang golek “Putra Satria Laras dengan sentuhan khasnya, memadukan seni pertunjukan tradisional Jawa dengan pesan-pesan dakwah Islam yang relevan dan menyentuh hati. Ki Haryo telah membuktikan daya pukau seninya sepanjang tur.
Penutupan di KBRI Kuala Lumpur ini adalah mahkota dari rangkaian sukses yang telah menorehkan kesan mendalam. Pertama adalah di Keraton Mbah Anang, Batu Pahat (19/7). Kedua, di Angsana Mall, Johor Bahru (20/7). Ketiga, di Alamis Hotel, Kuala Lumpur (26/7).
KBRI Kuala Lumpur menjadi puncak penutupan bersejarah di "rumah" Indonesia. Keberhasilan tur wayang santri di Malaysia berkat dukungan sponsor utama, BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI, BPKH, Pupuk Indonesia, Pertamina Patra Niaga, Budi Agung Sentosa, Alexa Air Minum dan Eiger Adventure.


















