Laga klasik penuh gengsi emosi, dan ambisi juara akan tersaji di Stadion Diego Armando Maradona saat Napoli menjamu Inter Milan dalam lanjutan pekan ke-8 Serie A Italia, Sabtu (25/10/2025) malam pukul 23.00 WIB. Foto: Napoli
JAKARTA, (ERAKINI) – Laga klasik penuh gengsi emosi, dan ambisi juara akan tersaji di Stadion Diego Armando Maradona saat Napoli menjamu Inter Milan dalam lanjutan pekan ke-8 Serie A Italia, Sabtu (25/10/2025) malam pukul 23.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling dinanti antara dua tim papan atas yang sama-sama tengah dalam performa menanjak. Dikutip dari laman resmi klub, Napoli yang dikenal kota kaya akan seni dan budaya, telah lama menjadi simbol warna dan semangat dalam sepak bola Italia.
Seperti kata legenda musik Pino Daniele dalam lagunya Napule e mille culure (Napoli adalah seribu warna), laga melawan Inter juga sering menjadi kisah penuh warna dalam perjalanan panjang kedua klub, baik dari segi atmosfer, drama, maupun sejarah pertemuan.
Inter di bawah asuhan Cristian Chivu, datang ke Naples dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih serangkaian hasil positif di liga. Nerazzurri kini menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan 15 poin, sama dengan Napoli dan AS Roma.
Duel Napoli kontra Inter selalu menjadi salah satu laga klasik paling bersejarah di Serie A. Pertarungan antara dua tim biru ini kerap menghadirkan duel sengit, penuh emosi, dan momen-momen tak terlupakan.
Dalam catatan sejarah, kedua klub telah bertemu sebanyak 158 kali di Serie A, dimana Inter unggul lewat 70 kemenangan, termasuk 19 kemenangan di kandang Napoli. Dari 19 kemenangan Inter di markas Napoli, empat di antaranya terjadi pada era 1990-an, masa yang penuh dengan kisah menarik.
Pada musim 1992/93, Inter yang kala itu dilatih Osvaldo Bagnoli menang 2-1 lewat gol Matthias Sammer dan Toto Schillaci, sang bomber legendaris Italia 1990. Dua tahun kemudian, di musim 1994/95, Inter kembali berjaya dengan skor 3-1 berkat gol Orlandini, Nicola Berti, dan Dennis Bergkamp, yang mencetak gol indah setelah solo run dari luar kotak penalti.
Kemenangan lain datang pada 12 Januari 1997, ketika Inter mengenakan seragam kuning dengan aksen hitam dan menaklukkan Napoli 2-1 di Stadion San Paolo berkat gol Marco Branca dan Youri Djorkaeff.
Rekor Pertemuan
Pertemuan kali ini bukan sekadar laga biasa. Dengan kedua tim sama-sama mengoleksi 15 poin, hasil pertandingan di Stadion Maradona akan sangat berpengaruh pada perebutan posisi puncak klasemen.
Napoli bertekad mempertahankan rekor kandang dan mengandalkan dukungan penuh tifosi Partenopei. Sementara Inter datang dengan ambisi besar untuk terus menekan dan mempertahankan momentum kemenangan.
Sepanjang sejarah, kedua tim telah bertemu dalam 88 pertandingan kompetitif di Stadion Diego Armando Maradona, dengan catatan 40 kemenangan untuk Napoli, 27 hasil imbang, dan 21 kemenangan untuk Inter.
Inter selalu berhasil mencetak gol dalam delapan pertandingan kompetitif terakhir di Naples, dengan total 12 gol. Pertandingan terakhir di mana Inter gagal mencetak gol terjadi pada Oktober 2017 yang berakhir 0-0.
Dalam era tiga poin, pencetak gol terbanyak di laga-laga antara Napoli dan Inter di Naples adalah Gonzalo Higuain dan Edinson Cavani, masing-masing dengan lima gol. Di posisi berikutnya ada Dries Mertens dan Romelu Lukaku dengan tiga gol, seluruhnya dicetak Lukaku saat membela Inter.
Napoli dikenal produktif di babak kedua, yakni empat dari sepuluh gol Napoli musim ini tercipta antara menit ke-46 hingga 60, lebih banyak dari tim mana pun di Serie A.
Partenopei juga belum terkalahkan di kandang dalam 15 laga kompetitif terakhir, termasuk musim lalu dan musim ini, dengan 12 kemenangan (lima di antaranya dalam lima laga terakhir) dan tiga hasil imbang. Kekalahan terakhir mereka di kandang terjadi pada 8 Desember 2024 saat tumbang 0-1 dari Lazio.
Analisis Pertandingan
Dalam 15 laga kandang terakhir, Napoli selalu mencetak gol dengan total 28 gol. Sementara itu, Inter mencatat empat clean sheet dalam lima laga tandang terakhir di Serie A, mencakup musim lalu dan musim ini. Satu-satunya laga tandang di mana mereka kebobolan adalah saat kalah 3-4 dari Juventus di Turin pada 13 September.
Napoli dan Inter menjadi dua tim Serie A 2025/26 dengan jumlah pemain pencetak gol terbanyak sejauh ini, yaitu sembilan pemain Inter dan delapan pemain Napoli (sama dengan Juventus dan Atalanta).
Inter juga memiliki serangan paling produktif di Serie A musim ini, dengan 18 gol dalam tujuh pertandingan. Inter mencatat empat gol dalam 15 menit pertama pertandingan, terbanyak di antara tim Serie A lainnya.
Namun, mereka juga menjadi tim yang paling sering kebobolan di 15 menit terakhir, termasuk injury time, empat dari delapan gol yang mereka terima terjadi di periode itu.
Bersama Cagliari dan Atalanta, Inter juga menjadi tim yang paling sering kebobolan dari pemain pengganti lawan, total tiga gol dalam tujuh pertandingan.
Rekor Pertemuan Pelatih
Laga ini akan menjadi pertemuan kedua antara Antonio Conte dan Cristian Chivu sebagai pelatih. Pertemuan pertama keduanya berakhir 0-0 di Stadion Tardini, Parma. Conte pernah menukangi Inter pada musim 2019/20 dan 2020/21, membawa Nerazzurri juara Serie A pada musim keduanya dan finalis Liga Europa pada musim pertamanya.
Secara keseluruhan, Conte memimpin Inter dalam 102 pertandingan kompetitif, dengan rekor 64 kemenangan, 23 imbang, dan 15 kekalahan. Sebagai pemain, Chivu pernah menghadapi Inter sebanyak 11 kali, dengan catatan lima kemenangan untuk Chivu, satu imbang, dan lima kemenangan untuk Napoli.