Dalam laga puncak kelas bergengsi, dua pendekar tangguh Kostrad bertemu dalam duel penuh gengsi, yakni Heru Andrean (Yonkav 8 Fighter) melawan Miftahul Sani (Yonarmed 1). Foto: Dok TNI
Panggung kehormatan ini menghadirkan pertarungan yang tidak hanya memukau mata, tetapi juga menggugah semangat kebangsaan. Dalam laga puncak kelas bergengsi, dua pendekar tangguh Kostrad bertemu dalam duel penuh gengsi, yakni Heru Andrean (Yonkav 8 Fighter) melawan Miftahul Sani (Yonarmed 1).
Heru Andrean, atlet PSM yang dikenal dengan gaya bertarung agresif dan teknik pukulan presisi, tampil penuh determinasi sejak awal laga. Setiap jurus yang ia lepaskan mencerminkan hasil latihan keras dan disiplin militer yang terpatri kuat.
Di sisi lain, Miftahul Sani dari Yonarmed 1 menunjukkan kelasnya sebagai pendekar tenang namun mematikan. Mengandalkan kelincahan dan strategi bertahan yang cerdas, Sani mampu membuat jalannya pertandingan penuh kejutan dan ketegangan.
Pertarungan ini bukan sekadar perebutan gelar juara, melainkan simbol persaingan sehat sekaligus semangat juang prajurit dalam menjunjung nilai-nilai luhur pencak silat. Sorak-sorai penonton bergemuruh saat jurus demi jurus dipertontonkan, menciptakan atmosfer yang membakar semangat seluruh arena.
Laga final ini membuktikan bahwa pembinaan atlet di lingkungan militer tidak hanya menghasilkan fisik yang tangguh, tetapi juga karakter yang menjunjung sportivitas dan kehormatan.
Atmosfer kompetisi juga menghadirkan pertarungan sengit di kelas Remaja Prestasi. Dua pendekar muda berbakat, Bayu Sofana Akbar (Komisariat Yonif 501) dan Dewa Satya Mahardika (Komisariat Yonif 411), bertemu dalam laga final yang penuh intensitas dan semangat juang tinggi.
Bayu, sang juara tampil luar biasa sejak awal pertandingan. Dengan teknik menyerang yang tajam dan strategi bertahan yang solid, ia berhasil mengumpulkan poin demi poin secara konsisten. Representasi dari didikan Komisariat Yonif 501 ini akhirnya mengukuhkan diri sebagai juara, meraih medali emas dan mengharumkan nama sekolah serta daerah asalnya.
Sementara Dewa Satya, wakil dari komisariat Yonif 411, menunjukkan performa yang tak kalah impresif. Jurus-jurusnya mengalir cepat dan penuh presisi, membuat jalannya pertandingan menjadi dramatis dan penuh kejutan. Meski harus puas di posisi kedua, medali perak yang diraihnya menjadi bukti kualitas dan potensi besar yang dimilikinya sebagai atlet muda.
Laga Kategori Remaja Putri
Selain duel antarprajurit Kostrad, final kategori Remaja Prestasi juga menyita perhatian. Dua sosok muda bertalenta berhadapan, yakni Ifta Rahmayadi dari Komisariat Yonif 501 melawan Nova Virdiana dari SMKN 10 Malang.
Ifta, atlet muda asal Madiun, tampil dengan keteguhan dan teknik matang. Mengandalkan strategi tajam dan ketenangan, ia sukses mendominasi pertandingan sejak awal hingga melaju ke partai puncak.
Sedangkan Nova Virdiana tampil anggun namun penuh daya ledak. Jurus-jurus luwes yang ia peragakan mencerminkan latihan intensif dan kecintaan mendalam terhadap pencak silat. Nova bukan hanya mengharumkan nama sekolahnya, tetapi juga menjadi inspirasi generasi muda perempuan untuk berani berprestasi di arena bela diri.
Keduanya menjadi simbol sinergi antara pembinaan karakter di lingkungan komisariat militer dan pendidikan formal. Prestasi mereka mempertegas bahwa pencak silat adalah wadah pembentukan jiwa ksatria, semangat kebangsaan, serta pelestarian budaya bangsa.
Kejuaraan Pencak SilatPiala Panglima TNI 2025 sebelumnya dibuka pada 20 September 2025 oleh Inspektur Divisi Infanteri 2 Kostrad, Brigjen TNI Indra Heri, di GOR Vira Cakti Yudha, Malang. Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 TNI, sekaligus menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan para pendekar dari berbagai perguruan silat di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Brigjen Indra Heri menegaskan pentingnya pelestarian budaya bangsa melalui olahraga bela diri tradisional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat juang, dan melahirkan atlet pencak silat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Brigjen TNI Indra Heri.
Kejuaraan berlangsung selama dua hari, yakni 20–21 September 2025, dengan diikuti 905 peserta dari 153 kontingen perguruan pencak silat se-Indonesia. Kejuaraan ini ditutup dengan jejak prestasi gemilang dari para pendekar muda yang bertarung dengan semangat ksatria. Berikut daftar juara Kejuaraan Pencak SilatPiala Panglima TNI 2025:
1. Kategori Usia Dini
- Juara 1: Kontingen Jaguar Sport Club (9 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu).
- Juara 2: Kontingen Training Center Silat Club (6 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu).
- Juara 3: Kontingen Silats Juara (6 Emas).
- Pesilat Terbaik Putra Oktavian Faeyza Setiawan (Silats Juara).
- Pesilat Terbaik Putri Aiko Keysha Az-Zahra (Jaguar Sport Club).
2. Kategori Pra Remaja
- Juara 1: Kontingen Kertha Wisesa (8 Emas, 2 Perak, 3 Perunggu).
- Juara 2: Kontingen Jaguar Sport Club (7 Emas, 8 Perak, 8 Perunggu).
- Juara 3: Kontingen Ponpes DDI Mangkoso (6 Emas, 1 Perak, 4 Perunggu).
- Pesilat Terbaik Putra Naufal Muflih (Ponpes DDI Mangkoso).
- Pesilat Terbaik Putri Ni Nyoman Istina Revika Adia (Kertha Wisesa).
3. Kategori Remaja
- Juara 1: Kontingen Jawara (11 Emas, 4 Perak, 8 Perunggu).
- Juara 2: Kontingen Mutu-Muda (7 Emas, 2 Perak).
- Juara 3: Kontingen Komisariat YPR 501 (6 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu).
- Pesilat Terbaik Putra Nabilah Faiq Ihwal Muttaqin (Komisariat YPR 501).
- Pesilat Terbaik Putri Michele Kirana Tirtha Santoso (Polda Jatim).
4. Kategori Dewasa
- Juara 1: Kontingen PSM Garuda TNI AD (14 Emas, 1 Perak).
- Juara 2: Kontingen Polda Jatim (13 Emas, 8 Perak, 3 Perunggu).
- Juara 3: Kontingen Kodiklatal (7 Emas, 3 Perak, 10 Perunggu).
- Pesilat Terbaik Putra: I Kadek Adi Budiasta (PSM Garuda TNI AD).
- Pesilat Terbaik Putri: Berlian Anggun Sevtia Dini (Komisariat Yonarmed 1).