Search

Sporting CP Pesta Gol, Bantai Bodø/Glimt 5-0 dan Lolos Dramatis ke Perempatfinal Liga Champions UEFA

JAKARTA, (ERAKINI) - Sporting CP menciptakan salah satu kebangkitan paling sensasional di Liga Champions UEFA musim 2025/2026. Tertinggal agregat tiga gol, mereka justru tampil menggila dan menghancurkan Bodø/Glimt dengan skor telak 5-0 pada leg kedua di Estádio José Alvalade, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB.

Kemenangan luar biasa ini membuat wakil Portugal tersebut lolos dengan agregat 5-3, setelah sebelumnya takluk 0-3 di leg pertama.

Sejak peluit awal, Sporting langsung tampil menekan demi mengejar ketertinggalan. Serangan bertubi-tubi dilancarkan, tetapi kiper lawan, Nikita Haikin, sempat menjadi tembok kokoh dengan sejumlah penyelamatan penting.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-34. Gonçalo Inácio sukses membuka keunggulan lewat sundulan tajam, memanfaatkan sepak pojok matang dari Francisco Trincão. Gol ini menjadi titik balik semangat tuan rumah.

Memasuki babak kedua, dominasi Sporting makin tak terbendung. Pada menit ke-61, Pedro Gonçalves menggandakan keunggulan setelah menerima umpan tarik dari Luis Suárez. Agregat pun menipis menjadi 2-3.

Drama berlanjut di menit ke-77 saat Sporting mendapatkan penalti akibat handball Fredrik Bjørkan. Luis Suárez yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan menyamakan agregat menjadi 3-3.

Meski terus menggempur, gol tambahan tak kunjung tercipta hingga waktu normal usai. Laga pun berlanjut ke babak tambahan.

Di babak tambahan, Sporting akhirnya memastikan comeback bersejarah. Baru dua menit berjalan, Maximiliano Araújo mencetak gol keempat lewat sepakan keras ke pojok atas gawang usai menerima umpan Trincão.

Pesta gol ditutup oleh Rafael Nel di masa injury time extra time. Menerima assist dari Daniel Bragança, ia melewati satu pemain sebelum melepaskan tembakan akurat yang memastikan kemenangan telak 5-0.

Hasil ini mengantarkan Sporting ke perempatfinal dengan agregat 5-3, sebuah pencapaian luar biasa setelah tertinggal jauh di leg pertama. Kebangkitan ini menjadi salah satu comeback paling epik musim ini, sekaligus menunjukkan mental baja tim berjuluk Lions dalam menghadapi tekanan di fase gugur.