Arsenal melaju ke semifinal Liga Champions untuk dua musim beruntun setelah bermain imbang 0-0 kontra Sporting CP pada leg kedua perempat final di Emirates Stadium, Kamis (16/4/2026) dini hari. Foto: Arsenal
JAKARTA, (ERAKINI) -Arsenal melaju ke semifinal Liga Champions untuk dua musim beruntun setelah bermain imbang 0-0 kontra Sporting CP pada leg kedua perempat final di Emirates Stadium, Kamis (16/4/2026) dini hari. Hasil ini menjadi pencapaian pertama dalam klub.
Laga berlangsung ketat dengan minim peluang. Kedua tim sama-sama membentur tiang gawang di masing-masing babak. Sepakan voli Geny Catamo jelang turun minum sempat mengancam tuan rumah, sementara sundulan Leandro Trossard di menit akhir juga hanya mengenai tiang.
Meski gagal mencetak gol di laga ini, kemenangan 1-0 pada leg pertama di Lisbon melalui gol Kai Havertz menjadi penentu kelolosan Arsenal. Ditambah performa solid lini belakang di dua leg, The Gunners berhak melangkah ke semifinal untuk menghadapi Atletico Madrid dalam dua pekan mendatang.
Sporting Berbahaya di Babak Pertama Arsenal datang dengan modal positif, yakni menang tandang di leg pertama, yang secara historis membuat mereka lolos dalam 19 dari 20 kesempatan di kompetisi Eropa. Namun, laga ini jauh dari kata mudah.
Meski tampil menekan sejak awal, Arsenal kesulitan menciptakan peluang bersih. Justru Sporting yang lebih berbahaya di 45 menit pertama. Peluang emas pertama hadir pada menit ke-17 lewat Francisco Trincao, namun tembakannya melambung. Tak lama berselang, Viktor Gyokeres juga gagal memaksimalkan peluang.
Sporting semakin percaya diri dan mengandalkan serangan balik. Gabriel Martinelli harus bekerja keras menghentikan laju Catamo, sementara Pedro Goncalves juga mencoba peruntungan, meski belum menemui sasaran.
Dua menit jelang turun minum, Sporting nyaris unggul. Maximiliano Araujo mengirim umpan silang ke tiang jauh yang disambut Catamo dengan sepakan voli kaki luar, namun bola hanya membentur tiang.
Arsenal Bertahan Solid
Usai jeda, Arsenal tampil lebih agresif. Ebere Eze dan Martinelli mencoba peruntungan dari luar kotak penalti, sementara Noni Madueke hampir mencetak gol lewat aksi individu.
Namun setelah awal babak kedua yang cukup hidup, tempo pertandingan kembali menurun. Sporting bermain hati-hati agar tidak kebobolan, sementara Arsenal fokus menjaga keunggulan agregat.
Peluang terbaik Arsenal datang pada menit ke-84. Sundulan Trossard dari sepak pojok Declan Rice nyaris memastikan kemenangan, tetapi kembali digagalkan tiang gawang.
Sporting sempat memberikan ancaman terakhir di detik akhir. Joao Simoes melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun hanya menyentuh sisi jaring. Arsenal pun mencapai semifinal Liga Champions dua musim beruntun untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.