Manchester United dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford pada pekan ke-17 Liga Inggris, Minggu (22/12/2024) malam WIB. Foto: premierleague
JAKARTA, (ERAKINI) - Ruben Amorim menderita kekalahan keempatnya dari sembilan laga yang dijalaninya bersama Manchester United sejak akhir November 2024. Terbaru, Manchester United dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford pada pekan ke-17 Liga Inggris, Minggu (22/12/2024) malam WIB.
Bournemouth sukses membungkam tuan rumah lewat gol sundulan dari bola mati Dean Huijsen pada menit ke-29. Disusul gol penalti Justin Kluivert pada menit ke-61, dan tembakan Antoine Semenyo di menit 63.
Manchester United memiliki peluang, tetapi tidak dapat menemukan cara untuk melewati Kepa Arrizabalaga pada sore yang dingin di Old Trafford, sehingga berakhir mengecewakan bagi pendukung Setan Merah. Banyak penonton yang meninggalkan stadion sebelum laga berakhir.
Kekalahan ini membuat MU masih terpuruk di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Inggris. Setan Merah baru mengoleksi 22 poin, terpaut enam poin dari Bournemouth di posisi kelima dengan 28 poin.
"Ini momen yang sangat sulit bagi kami. Anda bisa merasakannya di setiap pertandingan, terutama di kandang sendiri," ujar Amorim, dilansir dari laman resmi klub, Senin (23/12/2024).
Meski demikian, Amorim yakin momen-momen buruk akan berlalu, jika Manchester United tetap teguh pada ide-ide dan strateginya. Menurut Amorim, para pemainnya perlu mengatasi momen-momen sulit dalam permainan dengan kepala dingin, tetap tenang, bahkan ketika penonton merasa cemas.
“Semua orang menyaksikan pertandingan. Anda tidak bisa bicara soal keadilan dalam sepak bola karena mereka mencetak gol dan kami tidak. Kami hampir mencetak gol, namun saya rasa semua orang merasa sedikit cemas, bukan hanya para pemain tetapi juga para penggemar," ucapnya.
Amorim percaya timnya akan segera bangkit. Kata dia, Manchester United hanya perlu memperbaiki cara bermain. Ia pun memilih fokus pada pekerjaannya, bukan pada apa yang terjadi di stadion. “Jauh lebih mudah untuk menyampaikan ide saat Anda menang, mencetak gol, dan tidak kebobolan," ucapnya.
Amorim percaya tidak ada hal buruk (kekalahan) yang bertahan selamanya. Begitu juga hal baik (kemenangan), tidak ada yang bertahan selamanya. Jadi, sekarang yang diperlukan adalah bangkit dan terus maju menjadi lebih kuat. "Kita akan melakukannya dan mencoba memenangkan pertandingan berikutnya,” tegasnya.
“Saya selalu mengantisipasi (kesulitan), terutama di bulan yang sibuk ini. Tidak jauh berbeda dengan yang saya perkirakan, jadi kami siap menghadapi tantangan. Kami tidak punya banyak waktu untuk bekerja, tetapi ada kesempatan lain untuk mengubah momentum, jadi kami akan berjuang untuk tiga poin,” pungaskanya.
Di laga keduanya pada 29 Novemver, Amorim sukses menekuk Bodoe/Glimt (Norwegia) 3-2 di Liga Eropa. Tig hari kemudian, Manchester United membantai Everton 4-0 di Liga Inggris pada 1 Desember. Hasil ini sempat membuka asa bangkitnya kembali sang raja Premier League.
Namun, hanya berselang 4 hari, Amorim menderita kekalahan perdananya saat Manchester United ditekuk Arsenal 2-0 di Liga Ingris pada 5 Desember. Setan Merah kembali menelan pil pahit saat menjamu Nottingham Forest dalam lanjutan Liga Ingris pada 8 Desember, Manchester United menyerah 2-3.
Manchester United lalu bangkit saat bertandang ke Viktoria Plzen (Ceko) di Liga Eropa pada 13 Desember. Amorim sukses mengamankan tiga poin setelah menang tipis 2-1. Manchester United kembali meraih hasil postitif saat memenangkan derby Manchester kontra Man City di Liga Inggris pada 15 Desember. Pasukan Amorim sukses membawa tiga poin setelah membungkam tuan rumah 2-1.
Namun lima hari kemudian, Setan Merah tumbang dari Tottenham Hostpur 3-4 di Carabao Cup pada 20 Desember. Derita Manchester United kemudian berlanjut ke Liga Inggris setelah dipermalukan Bournemouth 0-3.