Search

Sempurna! Arsenal Cetak Sejarah di Liga Champions usai Libas Inter Milan 3-1

JAKARTA, (ERAKINI) — Arsenal mencatatkan rekor sempurna dengan tujuh kemenangan dari tujuh laga untuk memastikan finis minimal di posisi dua besar Liga Champions musim ini. The Gunners tampil gemilang saat melibas Inter Milan 3-1 di San Siro, Rabu (21/1/2026) dini hari.

Gabriel Jesus membuka keunggulan Arsenal pada menit ke-10 lewat penyelesaian khas penyerang oportunis. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama setelah Petar Sucic melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang delapan menit kemudian, menyamakan kedudukan.

Gol kedua Jesus dari situasi sepak pojok membuat The Gunners kembali unggul sebelum jeda. Lima menit jelang laga berakhir, Viktor Gyokeres melepaskan tembakan jarak jauh yang mematikan, menutup kemenangan bersejarah bagi Meriam London.

Dengan hasil ini, Arsenal mencatatkan rekor kemenangan beruntun terpanjang sepanjang sejarah klub di kompetisi elite Eropa. Arsenal juga dipastikan finis minimal di posisi kedua klasemen, sekaligus mengamankan tiket babak 16 besar dan keuntungan bermain kandang di leg kedua fase gugur.

Awal Laga yang Memukau
Pertandingan antara pemuncak klasemen Premier League dan Serie A ini mempertemukan dua kiper dengan catatan clean sheet terbanyak di Liga Champions dalam tiga musim terakhir. Meski diprediksi akan berjalan hati-hati, laga langsung meledak sejak menit pertama.

Dalam satu menit pertama, tembakan Myles Lewis-Skelly dan Mikel Merino diblok di kotak penalti, sementara Bukayo Saka nyaris mengecoh Yann Sommer lewat sepakan terdefleksi. Tekanan itu membuahkan hasil pada menit ke-10.

Saat Arsenal menekan pertahanan Inter, Jurrien Timber melepaskan tembakan yang mengenai Federico Dimarco. Bola kemudian jatuh ke Gabriel Jesus yang berdiri bebas dan dengan insting menakjubkan menceploskan bola melewati Sommer, membuat pendukung Arsenal di tribun San Siro bersorak gila-gilaan.

Kegembiraan itu bertahan delapan menit sebelum Inter membalas. Cristian Mosquera yang baru kembali bermain melakukan blok krusial, lalu tekel geser brilian saat Marcus Thuram mencari ruang tembak. Setelah sepakan Nicolo Barella diblok Lewis-Skelly, bola mengarah ke Sucic di tepi kotak penalti dan ia melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang.

Jesus Cetak Brace
Serangan balik Inter nyaris membuat Arsenal tertinggal, tapi Mosquera tampil gemilang menahan laju Sucic dalam situasi kalah jumlah 3 lawan 2. Ia memaksa Sucic mengoper ke Thuram, yang justru menyia-nyiakan peluang. Aksi bertahan itu terbukti krusial, karena pada menit ke-31 Arsenal kembali unggul.

Bukayo Saka memenangkan sepak pojok di sisi kanan dan mengirim umpan ke tiang jauh. Leandro Trossard menyambutnya dengan sundulan, bola memantul ke depan gawang dan jatuh ke Jesus yang menyundul masuk, melengkapi brace-nya. Ini juga menjadi gol ke-19 Arsenal dari sepak pojok musim ini.

Laga tetap sengit. Saka dan Luis Henrique sama-sama menyia-nyiakan peluang dari serangan balik, sementara David Raya harus melakukan dua penyelamatan brilian jelang turun minum saat Dimarco dua kali menembak ke arah gawang. Kombinasi tangan dan kaki Raya memastikan Arsenal tetap unggul saat jeda.

Kedalaman Skuad Menentukan
Babak kedua dimulai dengan Arsenal menekan. Dalam 15 menit pertama, Ebere Eze menguji Sommer lewat tembakan rendah, Trossard menyambar voli yang melebar tipis, dan Alessandro Bastoni menggagalkan peluang mudah Saka setelah umpan matang dari Jesus.

Inter sempat menekan. Pemain pengganti Pio Esposito melepaskan tembakan berputar yang melebar tipis, lalu peluang lain dari sepak pojok malah melambung.

Empat menit jelang laga berakhir, Arsenal menutup kemenangan dengan gaya. Mikel Arteta memanfaatkan kedalaman skuadnya dengan memasukkan Declan Rice, Gabriel, Ben White, Gabriel Martinelli, dan Gyokeres. Kombinasi itu membuahkan gol spektakuler Gyokeres dari jarak 25 meter ke sudut atas gawang, menyegel kemenangan 3-1.

Hasil ini menjadi kemenangan pertama Arsenal di Italia sejak Maret 2008, saat mengalahkan AC Milan. Malam ini akan dikenang panjang, apalagi Arsenal kini berpeluang menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang memenangkan delapan laga fase grup sekaligus.

Jadwal Berikutnya
Setelah empat laga tandang beruntun, Arsenal akan kembali ke Emirates Stadium pada Minggu untuk menjamu Manchester United. Laga kandang berikutnya adalah menghadapi Kairat Almaty pada Rabu. Selanjutnya, Arsenal kembali bertandang pada Sabtu, 31 Januari, melawan Leeds United.