Pasukan Israel maju lebih jauh pada Minggu (30/6/2024) ke lingkungan Shejaia di Gaza utara dan juga mendorong lebih jauh ke Rafah barat dan tengah.
Pertempuran di Rafah, Gaza antara Hamas dengan Israel berkobar di tengah melebarnya perpecahan politik antara Israel dengan Amerika Serikat (AS).
Sekelompok pria bersenjata hingga kini masih memblokir konvoi truk, bahkan menodongkan senjata kepada pengemudi dan mengobrak-abrik muatan.
Pejabat AS mengatakan dermaga Militer AS di Gaza akan kembali beroperasi untuk penyaluran bantuan ke warga Palestina.
Survei Tel Aviv University (TAU) Israel menyatakan bahwa 58,5% warga Arab Israel percaya, Palestina harus memerintah Jalur Gaza setelah konflik yang sedang berlangsung.
Utusan Gedung Putih Amos Hochstein mengatakan bahwa AS segera berupaya menghentikan perang yang berpotensi semakin meningkat.
Kisah mahasiswa Palestina menyanyikan lagu harapan untuk menenangkan orang-orang yang terpuruk di Gaza imbas perang Israel dengan Hamas. Simak selengkapnya di sini!
Seorang perunding senior Israel mengatakan kepada AFP pada hari Senin (17/6/2024) bahwa puluhan sandera yang ditahan oleh Hamas di Gaza dipastikan masih hidup.
Militer Israel pada hari Minggu telah mengumumkan penghentian sejenak (tactical pause) serangan di Jalur Gaza selatan untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk.
Bayang-bayang perang Israel dengan Hamas masih berkecamuk di antara warga Palestina meski hari ini, Senin (17/6/2024) menjadi hari besar Islam yaitu Iduladha yang seharusnya menjadi
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menentang rencana yang diumumkan oleh Militer Israel untuk memfasilitasi pengiriman bantuan ke daerah kantong Palestina.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebutkan sudah mempersiapkan tiga unit pesawat untuk mengangkut warga Palestina yang terluka akibat seragan Israel.
Lebih dari 1,5 juta jemaah Muslim dunia berkumpul di Makkah, Arab Saudi, untuk memulai ibadah haji, di tengah masih berlangsungnya serangan Israel di Jalur Gaza.
Pejabat Hamas Taher Al-Nunu menuduh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tak netral. Hamas mengatakan bahwa Israel-lah yang menambahkan amandemen terhadap proposal gencatan senjata AS.
Menlu AS Antony Blinken mengatakan bahwa beberapa amandemen yang diusulkan oleh Hamas terhadap proposal gencatan senjata AS di Gaza tidak bisa diterapkan.