Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah 352 siswa dari lima sekolah di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga mengalami keracunan makanan pada Jumat (11/9/2026). Insiden tersebut terjadi setelah makanan MBG dibagikan pada pagi hari. Sekitar satu jam setelah menyantap makanan, tepatnya dalam rentang pukul 09.10 hingga 12.15 WITA, ratusan siswa mulai mengeluhkan muntah-muntah, pusing, mual, lemas hingga sesak napas. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar dihentikan dan para siswa dilarikan ke sejumlah puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Lima sekolah yang dilaporkan terdampak yakni SDN 2 Lendang Tampel, SDN Repok Puyung, SDN Beber, MTs Qudwatun Hasanah, dan SDN Mertak Kesambik. Makanan yang dikonsumsi para siswa diproduksi dan didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Bersatu di Desa Lendang Tampel, Batukliang. Pada hari kejadian, dapur tersebut diketahui memasok makanan MBG untuk sekitar 1.900 penerima manfaat. Paket makanan yang dibagikan terdiri atas nasi, ayam goreng tepung, sayur, menu cacah, serta roti canai.
Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Kepala SPPG Mekar Bersatu sebelumnya menduga kontaminasi kemungkinan berasal dari saus kental atau mayones yang tercampur dengan ayam selama proses pengantaran. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN) NTB masih melakukan pengujian terhadap sampel makanan untuk mengetahui bakteri atau zat yang menjadi penyebab. Informasi mengenai insiden tersebut turut ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk melalui unggahan Threads akun @ronny_dr1_adventure.