Sheila on 7 ternyata memiliki alasan tersendiri ketika lebih memilih berbagi cerita melalui radio dibandingkan tampil di podcast. Bagi band yang digawangi Duta, Eross Candra, dan Adam Subarkah tersebut, radio menawarkan suasana obrolan yang terasa lebih seru, nyaman, dan sesuai dengan karakter mereka. Duta mengungkapkan, berbincang di radio membuat Sheila on 7 dapat bercerita dengan lebih natural tanpa kehilangan ciri khas sebagai sebuah band.
Pilihan tersebut juga berkaitan dengan batasan dalam berkomunikasi. Sheila on 7 menilai radio memiliki ruang dan batas yang sehat serta terasa lebih natural ketika membicarakan berbagai hal, termasuk saat mempromosikan karya terbaru. Format radio dianggap mampu menjaga obrolan tetap nyaman tanpa harus terlalu jauh masuk ke ranah pribadi. Karena itu, radio masih menjadi salah satu media yang dianggap paling pas bagi Sheila on 7 untuk berinteraksi dan menyampaikan cerita kepada pendengar.
Eross Candra menambahkan, radio memiliki jasa besar dalam perjalanan karier Sheila on 7. Jauh sebelum popularitas media digital dan podcast seperti sekarang, radio menjadi salah satu media yang membantu memperkenalkan musik Sheila on 7 kepada masyarakat luas. Hingga kini, mereka memandang radio tetap relevan, terutama sebagai ruang untuk membicarakan musik dan karya. Bagi Sheila on 7, radio bukan sekadar media promosi, tetapi bagian penting dari perjalanan panjang mereka di industri musik Indonesia.