Asap Semakin Parah
Tim RedaksiRabu, 14 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Kondisi terbaru langit dan udara Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah dilaporkan semakin parah dua hari terakhir ini, Selasa-Rabu (12-13/10/2026). Langit yang tampak kuning hingga kemerahan membuat suasana siang terlihat lebih gelap dari biasanya. Fenomena tersebut dipicu oleh pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut Kalimantan. Partikel asap yang menumpuk di atmosfer mengganggu perjalanan cahaya matahari sehingga menghasilkan warna oranye, kuning, hingga merah yang menyelimuti cakrawala.
Di balik pemandangan tersebut, ancaman serius mengintai kesehatan masyarakat. Paparan asap dilaporkan dapat memicu iritasi mata, sesak napas, serta sensasi panas atau terbakar pada tenggorokan dan dada. Partikel pencemar di udara juga berisiko memperburuk kondisi pernapasan, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan kesehatan tertentu. Kondisi ini menjadi perhatian karena fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, disebut mengalami peningkatan jumlah pasien dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dampak kabut asap turut merambah sektor pendidikan dan aktivitas sehari-hari masyarakat. Sejumlah sekolah terpaksa menyesuaikan kegiatan belajar dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring) untuk mengurangi paparan udara tercemar terhadap siswa. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap menebal, menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gejala berat lainnya.














