Suasana haru menyelimuti perairan Selat Sunda saat istri dan anak Yudhistiro Pranoto, jurnalis iNews, melakukan tabur bunga di titik terakhir hilangnya kontak speed boat Arupadatu 1, Jumat (18/9). Keduanya berangkat menggunakan KN SAR Tetuka dari Pelabuhan Pelindo 3 Ciwandan, Cilegon, untuk memberikan penghormatan sekaligus memanjatkan doa bagi para korban.
Speed boat Arupadatu 1 diketahui membawa delapan orang, terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak ketika berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, saat menjalankan tugas peliputan. Selama 10 hari pencarian, tim SAR belum menemukan petunjuk mengenai keberadaan seluruh penumpang dan awak kapal.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) berskala besar kemudian resmi dihentikan pada Kamis (17/9). Tabur bunga yang dilakukan keluarga menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus doa bagi seluruh korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Momen tersebut berlangsung penuh duka, mengiringi berakhirnya operasi pencarian terhadap Arupadatu 1.