Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan komitmennya membongkar praktik mafia haji dan umrah. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyediakan hotline pengaduan di nomor 081188858888.
Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan, Kemenhaj juga menempatkan petugas di Bandara Soekarno-Hatta untuk membantu jemaah yang menghadapi masalah keberangkatan.
'Kita punya desk di Bandara Soekarno-Hatta, di mana kita membuka ruangan meja juga, kita menempatkan petugas kita di sana, dan hampir tiap hari pasti ada laporan,' kata Gus Irfan.
Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran haji dengan pembayaran ratusan juta rupiah dan janji berangkat pada tahun yang sama.
'Kalau ada iklan menawarkan 'bayar sekian ratus juta berangkat tahun ini langsung', hati-hati! Banyak kasus, banyak korban yang sudah terjadi di sini,' tuturnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, hotline tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah membuka ruang pengaduan publik untuk membongkar praktik mafia haji dan umrah.
'Hari ini kami meneguhkan komitmen untuk membongkar semua praktik-praktik mafia haji dan umrah dan memberikan ruang yang sangat luas kepada publik untuk melakukan pengaduan supaya datanya datang dari publik,' ujar Dahnil.
Dahnil menyebut, perputaran uang di sektor umrah mencapai sekitar Rp 120 triliun. Besarnya nilai tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pengawasan terhadap penyelenggaraan haji dan umrah.