1.300 Orang Hilang, Perbatasan Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang
Tim RedaksiKamis, 27 Agustus 2026 | 18:04 WIB

Lebih dari 1.300 orang dilaporkan hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet. Hingga Kamis (27/8/2026), sedikitnya 165 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara sejumlah desa dilaporkan tersapu material bencana. Pejabat setempat menyebut sebagian korban yang belum ditemukan merupakan wisatawan asing yang tengah berada di kawasan tersebut.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), bencana dahsyat itu diduga dipicu runtuhnya gletser yang kemudian menghasilkan aliran material dalam jumlah besar. Lumpur, bebatuan, dan air menerjang permukiman di sepanjang jalur Sungai Bhote Koshi dan Trishuli. Derasnya arus digambarkan menyerupai tsunami yang datang secara tiba-tiba dan menghantam rumah-rumah serta kawasan permukiman. Polisi Nepal sejauh ini telah mengevakuasi dan mengidentifikasi 162 jenazah dari lokasi terdampak.
Badan penanggulangan bencana Nepal melaporkan sebanyak 823 orang, termasuk 579 warga Nepal dan wisatawan asing, masih belum diketahui keberadaannya. Angka tersebut menjadi bagian dari jumlah korban hilang yang mencapai lebih dari 1.300 orang sebagaimana dilaporkan dalam perkembangan awal bencana. Operasi pencarian terus dilakukan di tengah kondisi medan yang sulit, dengan tim penyelamat menyisir wilayah yang tertimbun lumpur dan material longsoran, sebagaimana dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (27/8/2026).














