Antrean BBM di Bali Mengular Hingga 1 KM
Tim RedaksiRabu, 14 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali memanjang hingga lebih dari satu kilometer sejak awal pekan ini. Situasi tersebut terjadi di berbagai daerah, mulai dari Denpasar, Badung, Gianyar, hingga Jembrana. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) membuat warga harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Gangguan distribusi diduga menjadi pemicu utama krisis pasokan tersebut. Proses penyaluran BBM mengalami keterlambatan akibat kendala teknis yang melibatkan kapal tanker Pertamina, termasuk saat kegiatan bongkar muat dan pemasangan jangkar di terminal BBM. Dampaknya, sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan stok Pertalite dan Pertamax sehingga masyarakat berbondong-bondong membeli BBM sebelum persediaan kembali habis. Kondisi ini turut memicu aksi pembelian berlebihan atau panic buying. Membludaknya kendaraan yang mengantre di SPBU juga menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi pengisian bahan bakar. Situasi semakin memprihatinkan setelah muncul laporan warga yang pingsan akibat kelelahan menunggu giliran selama berjam-jam.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas kelangkaan BBM dan antrean panjang yang terjadi akibat gangguan teknis pada bagian jangkar kapal tanker pengangkut BBM. Kendala tersebut membuat jadwal kapal bersandar dan proses bongkar muat yang semula direncanakan berlangsung pada Senin pagi (12/10/2026) tertunda hingga malam hari. Untuk mempercepat pemulihan pasokan, Pertamina mengerahkan 107 mobil tangki BBM, mengatur kedatangan kapal secara bertahap di Terminal BBM Sanggaran dan Manggis, serta meminta seluruh SPBU memasang informasi ketersediaan stok dan beroperasi selama 24 jam guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meredam kepanikan akibat antrean panjang.














