PURWOKERTO, (ERAKINI) – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meluncurkan Beasiswa Insan Film Indonesia sebagai langkah memperkuat peran kampus dalam pengembangan industri perfilman nasional.
Program ini khususnya ditujukan bagi talenta yang terlibat dalam produksi film Landasan yang mengambil lokasi di wilayah Banyumas.
Rektor UMP Prof Jebul Soeroso mengatakan, beasiswa tersebut dirancang untuk mempertemukan sektor pendidikan, pariwisata, dan industri kreatif dalam satu ekosistem terpadu.
“Kami berharap ada titik temu antara konsep kampus wisata, dukungan terhadap pendidikan, dan dukungan terhadap perfilman Indonesia. Insan perfilman yang lolos casting dan menunjukkan performa akting yang baik akan kami berikan kesempatan beasiswa studi di UMP, baik jenjang S1 maupun S2,” ujar Prof Jebul, Senin (2/2/2026).
Untuk mengakomodasi padatnya jadwal syuting para pelaku film, UMP menyiapkan skema pembelajaran hybrid learning berbasis sistem pembelajaran terbuka yang terintegrasi dengan sistem akademik kampus.
“UMP sudah menggunakan sistem open learning yang terintegrasi dengan sistem akademik dan didukung oleh DIY. Artinya, kualitas pendidikan tetap terjaga. Mahasiswa bisa menyelesaikan syuting film, namun tetap dapat lulus dan memperoleh ijazah UMP yang berkualitas,” katanya.
Program Beasiswa Insan Film Indonesia bersifat inklusif. Penerimanya tidak hanya kru dan pemeran film Landasan, tetapi juga mahasiswa UMP yang memiliki prestasi unggulan di bidang sinematografi.
Dalam proyek film Landasan, UMP menggandeng kreator ternama Bayu Skak. Sejumlah area kampus UMP disiapkan sebagai lokasi pengambilan gambar guna menampilkan konsep kampus wisata kepada penonton.
“Kami ingin beberapa adegan film disyuting di UMP. Banyak spot menarik yang bisa diangkat. Bahkan, ada peran mahasiswa dalam cerita film ini, yang karakternya memang digambarkan sebagai mahasiswa,” jelas Bayu Skak.
Proses pengambilan gambar rencananya akan lebih difokuskan pada area luar ruang untuk menangkap atmosfer kampus secara maksimal.
Antusiasme masyarakat Banyumas terhadap film Landasan terbilang tinggi. Lebih dari 4.000 orang tercatat mengikuti proses casting.
“Awalnya mereka ingin melihat sejauh mana antusiasme warga Purwokerto dan sekitarnya. Saat melihat jumlah pendaftar yang mencapai ribuan, mereka cukup kaget. Seleksi dilakukan satu per satu, dan alhamdulillah sekitar 80 persen pemeran terpilih merupakan talenta lokal,” jelasnya.
Produksi film Landasan dijadwalkan mulai rolling pada 12 Februari 2026. Prof Jebul berharap kolaborasi ini menjadi pintu awal kerja sama jangka panjang antara UMP dan insan perfilman nasional.
“Harapannya, setelah peluncuran ini, kesempatan akan terus mengalir untuk film-film berikutnya. Kami akan tetap melakukan seleksi bersama insan perfilman agar program ini tepat sasaran dan berkelanjutan,” bebernya.
Melalui program ini, UMP menegaskan transformasinya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus sarana promosi potensi lokal Banyumas di tingkat nasional.