Search

Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, PVMBG Wanti-wanti Lonjakan Suhu Kawah dan Gempa Vulkanik

PURWOKERTO, (ERAKINI) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet di Jawa Tengah. Hal ini ditandai lonjakan suhu kawah dan intensitas kegempaan. 

Kepala PVMBG, Priatin Hadi Wijaya, menyebut Gunung Slamet mencakup lima kabupaten, yakni Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, sehingga informasi hasil pemantauan harus dipahami bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Gunung Slamet ini meliputi lima kabupaten, sehingga hasil pemantauan kami perlu dikenalkan kepada para pemangku kepentingan agar ada kesiapsiagaan bersama,” ujar Priatin saat sosialisasi mitigasi bencana geologi di Purwokerto, dikutip dari Antara Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan, sosialisasi menjadi krusial agar pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga tokoh masyarakat memiliki pemahaman yang sama dalam merespons potensi peningkatan aktivitas gunung api.

Dua indikator utama yang menjadi sorotan PVMBG adalah kenaikan suhu kawah dan meningkatnya aktivitas kegempaan vulkanik.

Data citra termal menunjukkan lonjakan suhu kawah yang signifikan. Sebelum Maret 2026, suhu berada di kisaran 280 derajat Celsius, kemudian meningkat menjadi 418 derajat Celsius, dan terbaru mencapai sekitar 460 derajat Celsius.

Selain itu, aktivitas gempa berfrekuensi rendah (low frequency) juga meningkat, yang mengindikasikan adanya pergerakan magma dari kedalaman menuju lapisan yang lebih dangkal.

“Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika di dalam tubuh gunung api, sehingga perlu kewaspadaan bersama,” jelasnya.

Dalam pemantauan, PVMBG menggunakan kombinasi metode visual dan instrumental, seperti kamera pemantau (CCTV), seismograf, tiltmeter, serta Electronic Distance Measurement (EDM) untuk mendeteksi deformasi tubuh gunung.

Saat ini, status Gunung Slamet masih berada pada Level II (Waspada). Namun, Priatin menegaskan evaluasi dapat segera dilakukan apabila aktivitas terus meningkat dan direkomendasikan oleh tim ahli.

“Jika terjadi kenaikan aktivitas dan direkomendasikan oleh tim ahli kami, maka evaluasi hingga peningkatan status harus segera dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut sosialisasi tersebut menjadi pijakan penting bagi daerah dalam memperkuat langkah mitigasi.

Ia menekankan peran desa tangguh bencana sebagai garda terdepan dalam menghadapi potensi erupsi, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat di tingkat masyarakat.