JAKARTA, (ERAKINI) – Harga sejumlah komoditas pangan strategis di Jakarta mengalami gejolak, Selasa (27/1/2026). Kenaikan paling tajam terjadi pada harga daging sapi.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, beberapa harga komoditas di pasar tradisional tercatat mengalami kenaikan.
Untuk komoditas daging, seluruh jenis mencatat kenaikan harga. Daging ayam ras segar naik 3,33 persen menjadi Rp40.350 per kg. Kenaikan lebih tinggi terjadi pada daging sapi, baik kualitas I maupun kualitas II. Daging sapi kualitas I kini berada di harga Rp148.400 per kg atau naik 4,77 persen, sedangkan kualitas II naik 5,02 persen menjadi Rp140.050 per kg.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mencatat harga daging sapi hari ini naik sekitar 7-15 persen di tingkat eceran, atau mencapai Rp150.000 per kg.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan, kenaikan harga dipicu oleh tingginya harga sapi hidup di tingkat produsen yang melampaui kesepakatan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Pada kelompok bawang dan bumbu, PIHPS Bank Indonesia mencatat harga bawang merah ukuran sedang mengalami kenaikan cukup signifikan. Komoditas ini dibanderol rata-rata Rp45.850 per kg atau naik 5,52 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sebaliknya, harga bawang putih ukuran sedang terpantau stabil di angka Rp44.150 per kg.
Adapun harga beras secara umum masih relatif terkendali. Seluruh jenis beras kualitas bawah dan medium tidak mengalami perubahan harga.
Fluktuasi cukup terasa pada komoditas cabai. Harga cabai merah besar naik 3,95 persen menjadi Rp43.400 per kg. Namun, cabai merah keriting justru turun 6,08 persen ke level Rp38.650 per kg. Penurunan juga terjadi pada cabai rawit hijau yang melemah 5,63 persen menjadi Rp55.300 per kg. Sementara itu, harga cabai rawit merah masih bertahan stabil di angka Rp59.600 per kg.
Di sisi lain, harga gula pasir masih terpantau stabil. Hal serupa juga terjadi pada minyak goreng, baik curah maupun kemasan bermerk. Satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah telur ayam ras segar. Harga telur turun 1,68 persen atau sekitar Rp500 menjadi Rp29.200 per kg.
Berikut harga rata-rata bahan pangan strategis di pasar tradisional Jakarta per 27 Januari 2026:
- Bawang merah ukuran sedang: Rp45.850/kg (naik 5,52%/+Rp2.400)
- Bawang putih ukuran sedang: Rp44.150/kg (harga tetap)
- Beras kualitas bawah I: Rp14.750/kg (harga tetap)
- Beras kualitas bawah II: Rp13.900/kg (harga tetap)
- Beras kualitas medium I: Rp16.600/kg (harga tetap)
- Beras kualitas medium II: Rp15.600/kg (harga tetap)
- Beras kualitas super I: Rp20.750/kg (naik 0,73% | +Rp150)
- Beras kualitas super II: Rp17.500/kg (harga tetap)
- Cabai merah besar: Rp43.400/kg (naik 3,95%/+Rp1.650)
- Cabai merah keriting: Rp38.650/kg (turun 6,08%/-Rp2.500)
- Cabai rawit hijau: Rp55.300/kg (turun 5,63%/-Rp3.300)
- Cabai rawit merah: Rp59.600/kg (harga tetap)
- Daging ayam ras segar: Rp40.350/kg (naik 3,33%/+Rp1.300)
- Daging sapi kualitas I: Rp148.400/kg (naik 4,77%/+Rp6.750)
- Daging sapi kualitas II: Rp140.050/kg (naik 5,02%/+Rp6.700)
- Gula pasir kualitas premium: Rp19.400/kg (harga tetap)
- Gula pasir lokal: Rp18.700/kg (harga tetap)
- Minyak goreng curah: Rp20.350/kg (harga tetap)
- Minyak goreng kemasan bermerk I: Rp21.300/kg (harga tetap)
- Minyak goreng kemasan bermerk II: Rp21.050/kg (harga tetap)
- Telur ayam ras segar: Rp29.200/kg (turun 1,68%/-Rp500).