JAKARTA, (ERAKINI) - Industri musik Tanah Air tengah berduka, penyanyi sekaligus penulis lagu kenamaan, Vidi Aldiano meninggal dunia karena kanker ginjal pada Sabtu (7/3/2026) atau bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 H.
Tanggal 17 Ramadan dalam Islam diperingati sebagai hari diturunkannya al-Qur’an atau nuzulul qur’an. Sebelum dikenal sebagai musisi, Vidi juga merupakan alumni SMA Islam Al-Azhar Indonesia di Kebayoran Baru, Jakarta.
Dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (8/3/2026), pemilik nama lengkap Oxavia Aldiano itu dikenal sebagai salah satu musisi pop Indonesia yang memulai karier sejak usia muda dan melahirkan sejumlah lagu populer.
Vidi Aldiano lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990. Ia memulai perjalanan di industri musik Tanah Air pada 2008 melalui album debut Pelangi di Malam Hari.
Sejumlah lagu dari album tersebut, seperti Nuansa Bening dan Status Palsu, sukses di pasaran dan membuat namanya dikenal luas oleh publik. Popularitas itu turut membawanya meraih penghargaan Penyanyi Pria Terfavorit dalam ajang MTV Indonesia Awards 2009.
Karier Vidi terus berkembang dalam beberapa tahun berikutnya. Salah satu pencapaian pentingnya datang melalui album studio ketiganya, Persona (2016). Album tersebut meraih sertifikasi triple platinum setelah penjualan album fisiknya mencapai 250.000 keping dalam waktu lima bulan.
Kehidupan awal
Vidi merupakan putra pertama dari pasangan Harry Aprianto Kissowo dan Besbarini. Ia memiliki darah Jawa dari pihak ayah serta Minangkabau dari pihak ibu. Ayahnya dikenal sebagai pengusaha yang menjabat pemilik sekaligus direktur PT Tiga Bintang Nusantara, perusahaan produsen perangkat speaker merek V8sound.com. Sementara itu, ibunya bekerja sebagai guru kursus piano.
Bakat musik Vidi juga dipengaruhi lingkungan keluarga. Dari garis ayah, ia merupakan cucu penyanyi keroncong legendaris, S. Darsih Kissowo.
Ia memiliki dua adik, yakni Diva Stradivaryan dan Vadi Akbar, yang juga menekuni dunia musik sebagai penyanyi.
Nama depan “Oxavia” diberikan dengan makna keseimbangan, sebagai pengingat bahwa dalam hidup tidak boleh ada sesuatu yang berlebihan. Sementara itu, nama “Aldiano” merupakan akronim dari kalimat “Alhamdulillah Dia Nongol”, ungkapan syukur sang ayah ketika Vidi lahir setelah proses persalinan yang cukup sulit. Adapun nama panggilan “Vidi” merupakan akronim dari dua nama aslinya.
Tumbuh dalam keluarga pecinta musik
Sejak kecil, Vidi tumbuh dalam keluarga yang memiliki apresiasi tinggi terhadap musik. Ia kerap mendengarkan jingle iklan di televisi serta suara azan, lalu mencoba mengikuti nada yang didengarnya.
Bakat tersebut membuat orang tuanya mendaftarkan Vidi dalam berbagai perlombaan menyanyi sejak usia dini. Ia bahkan pernah meraih juara ketiga dalam lomba menyanyi tingkat anak-anak saat berusia sekitar dua setengah tahun.
Pada usia tiga tahun, Vidi mulai belajar piano di bawah bimbingan ibunya. Ketika duduk di bangku sekolah dasar, ia juga mempelajari instrumen biola.
Meski memiliki bakat seni, Vidi dikenal sebagai anak yang pemalu dan gemar membaca. Ia sering menghabiskan waktu istirahat sekolah di perpustakaan.
Pendidikan
Vidi menempuh pendidikan dasar hingga menengah di lingkungan Yayasan Al-Azhar, yakni di SDI Al Azhar 4 Kebayoran Lama, SMPI Al Azhar 3 Bintaro, dan SMAI Al Azhar 1 Kebayoran Baru.
Saat masih SMA, ia pernah tergabung dalam grup musik bersama Raisa. Namun, aktivitas grup tersebut tidak berlangsung lama karena biaya operasional yang lebih besar dibandingkan pendapatan dari penampilan mereka.
Setelah lulus SMA, Vidi melanjutkan kuliah di Universitas Pelita Harapan dengan mengambil program studi Teknik Elektro. Namun beberapa bulan kemudian, ia memutuskan berpindah ke program studi Manajemen.
Di tengah kesibukannya sebagai penyanyi, Vidi tetap menjalani perkuliahan dengan disiplin. Ia bahkan kerap membawa buku ke mana pun, termasuk ketika berada di studio rekaman.
Pada 2012, Vidi mengikuti program musim panas di Berklee College of Music, Amerika Serikat, selama dua bulan. Dalam program tersebut, ia mempelajari pertunjukan vokal serta memperdalam teori dan sejarah musik.
Vidi kemudian menyelesaikan studi sarjananya pada 2013 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,62.
Ia melanjutkan pendidikan magister di University of Manchester, Inggris, dengan mengambil program Innovation Management and Entrepreneurship.
Program tersebut ia mulai pada November 2013 dan berhasil diselesaikan pada 2015 dengan predikat cum laude.
Selain menimba ilmu, Vidi juga memanfaatkan masa studinya di Inggris untuk memperluas jaringan bisnis dan profesionalnya.