JAKARTA, (ERAKINI) - Bulan Syaban telah tiba, menjadi penanda bahwa bulan suci Ramadan kian mendekat. Dalam kalender Hijriah, Syaban merupakan bulan kedelapan yang berada di antara Rajab dan Ramadan, sekaligus menjadi masa persiapan spiritual bagi umat Islam sebelum memasuki bulan penuh berkah.
Syaban memiliki keutamaan tersendiri. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, memperkuat keimanan, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW juga dikenal sebagai sosok yang memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan.
Di antara malam-malam istimewa dalam Islam, malam Nisfu Syaban memiliki tempat khusus di hati umat Muslim. Nisfu Syaban berarti pertengahan bulan Syaban, yang diyakini sebagai malam penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT. Salah satu amalan yang dianjurkan ketika Nisfu Syaban yaitu dengan berpuasa.
Berikut lafal niat puasa Sya‘ban yang dapat dibaca pada malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Sya‘ban esok hari karena Allah SWT.”
Namun demikian, bagi seseorang yang ingin berpuasa Sya‘ban tetapi tidak sempat melafalkan niat pada malam hari, tetap diperbolehkan berniat di siang hari.
Dalam ketentuan fikih, kewajiban niat pada malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Sementara itu, untuk puasa sunah seperti puasa Sya‘ban, niat dapat dilakukan pada siang hari selama yang bersangkutan belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Berikut lafal niat puasa sunah Sya‘ban di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Sya‘ban hari ini karena Allah SWT.”
Anjuran puasa di bulan Sya‘ban juga dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten dalam salah satu keterangannya terkait bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam.
والعاشر صوم أيام الأشهر الحرم وهي أربعة المحرم ورجب وذو القعدة وذو الحجة. وأفضل الشهور رمضان ثم المحرم ثم رجب ثم ذو الحجة ثم وذو القعدة ثم شعبان. وظاهر كلامهم أن باقي شهور السنة على حد سواء
Artinya, “Kesepuluh puasa pada bulan-bulan terhormat, yaitu empat bulan: Muharram, Rajab, Dzulqa‘dah, dan Dzulhijjah. Bulan paling utama adalah Ramadhan, kemudian Muharram, lalu Rajab, selanjutnya Dzulhijjah, kemudian Dzulqa‘dah, lalu Sya‘ban.
Ucapan mereka dilihat secara zahir mengatakan bahwa pada bulan selain yang disebutkan kesunahannya sama.”
Dengan memahami keutamaan tersebut, umat Islam dianjurkan memanfaatkan bulan Sya‘ban untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunah, sebagai persiapan spiritual menyambut bulan suci Ramadhan.