Search

Kereta Commuter Line Anjlok: Masinis Tewas, 37 Terluka, dan Ratusan Ribu Penumpang Telantar

BARCELONA, (ERAKINI) – Sebuah kereta commuter line, Rodalies, anjlok dan menabrak dinding penahan di Barcelona, Spanyol, Selasa (20/1/2026) malam waktu setempat. Kejadian ini menyebabkan layanan commuter line lumpuh total, sehingga menyebabkan ratusan ribu penumpang telantar. 

Insiden ini terjadi hanya berselang dua hari setelah tabrakan maut dua kereta cepat di Spanyol selatan yang menewaskan puluhan orang.

Surat kabar El Pais melaporkan, satu orang masinir meninggal dunia dan 37 lainnya terluka akibat kecelakaan kereta Rodalies yang terjadi di lintasan antara Stasiun Sant Sadurni d’Anoia dan Gelida, Barcelona, itu. Rangkaian kereta menabrak dinding penahan yang runtuh ke atas rel, diduga kuat akibat kerusakan struktur yang dipicu hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

Akibat kecelakaan tersebut, layanan kereta api Rodalies dihentikan di seluruh wilayah Catalonia. Operasional baru akan kembali normal setelah proses inspeksi menyeluruh terhadap infrastruktur dinyatakan selesai. Sejumlah pejabat tinggi Pemerintah Catalonia langsung mendatangi lokasi kejadian.

Layanan Gawat Darurat Medis (SEM) menangani total 37 penumpang terdampak. Dari jumlah tersebut, lima orang mengalami luka serius, enam luka sedang, dan 26 lainnya luka ringan. Pemadam kebakaran menyebutkan mayoritas korban berada di gerbong pertama yang menerima dampak paling besar saat rangkaian kereta menghantam dinding penahan.

Menteri Wilayah Silvia Paneque, Menteri Dalam Negeri Nuria Parlon, serta Menteri Kepresidenan Albert Dalmau turut hadir di lokasi untuk memantau penanganan darurat.

Laporan pertama kecelakaan diterima nomor darurat 112 pada pukul 21.02 waktu setempat. Insiden terjadi di kilometer rel nomor 64. Berdasarkan dugaan awal, kereta jalur R4 yang melayani rute Sant Vicenç de Calders–Manresa menabrak secara frontal dinding penahan yang runtuh dan menutup jalur rel. 

Inspektur pemadam kebakaran Claudi Gallardo menyebut dinding tersebut amblas akibat longsoran tanah. Otoritas setempat menyebut hujan deras yang melanda Catalonia dalam beberapa hari terakhir berpotensi besar mengganggu kestabilan struktur dinding penahan.

Pemerintah Generalitat telah memutuskan menghentikan seluruh layanan kereta Rodalies setelah menerima permintaan dari para pekerja. Serikat Masinis Spanyol (Semaf) sebelumnya mendesak penghentian operasional kereta komuter hingga pemberitahuan lebih lanjut, guna memastikan kondisi infrastruktur aman pascabadai.Para masinis menuntut inspeksi menyeluruh terhadap seluruh jaringan rel.

“Kami tidak akan melanjutkan layanan Rodalies sampai benar-benar yakin seluruh jalur telah diperiksa secara menyeluruh,” ujar Menteri Wilayah Silvia Paneque dalam konferensi pers Rabu dini hari dari pusat komando di Sant Sadurn. Dengan keputusan ini, sikitar 400.000 penumpang diperkirakan terdampak dan tidak mendapatkan layanan kereta pada Rabu pagi. 

Data meteorologi menunjukkan hujan deras mengguyur wilayah sekitar lokasi kecelakaan hampir sepanjang sepekan terakhir. Total curah hujan di Stasiun Meteorologi Sant Sadurni d’Anoia mencapai 100 liter, dengan 24 liter tercatat hanya dalam satu hari, Selasa. Pemadam kebakaran meyakini akumulasi air hujan berkontribusi besar terhadap runtuhnya dinding penahan, terlepas dari kemungkinan adanya masalah struktural sebelumnya.

Deretan Kecelakaan Kereta di Catalonia
Insiden terpisah juga terjadi pada Selasa, ketika sebuah kereta jalur R1 yang melayani rute Blanes–Maçanet, anjlok. Beruntung, kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa. Anjlokan disebabkan oleh bebatuan yang jatuh ke rel akibat badai yang melanda wilayah Girona. Layanan di jalur tersebut juga dihentikan sementara.

Hujan deras sepanjang Selasa berdampak luas terhadap mobilitas di Catalonia. Sebelum dua insiden anjlokan terjadi, sejumlah jalur di Girona sudah lebih dulu ditutup, termasuk RG1 dan R11 antara Caldes de Malavella dan Girona. Sementara itu, di wilayah Tarragona dan Lleida, keterlambatan sedikitnya 30 menit terjadi pada jalur R13, R14, R15, R16, dan R17.

Dalam satu dekade terakhir, Catalonia kerap dilanda kecelakaan kereta api. Pada 28 Juli 2017, sebuah kereta R2 Rodalies menabrak bantalan penahan di Stasiun França, Barcelona, menyebabkan 56 dari 70 penumpang terluka, tiga di antaranya serius.

Pada 20 November 2018, kereta R4 yang melaju antara Terrassa dan Manresa anjlok di Vacarisses akibat runtuhnya dinding penahan yang dipicu badai. Insiden tersebut menewaskan satu orang, melukai lima orang secara serius, dan 44 lainnya ringan.

Sementara pada 8 Februari 2019, seorang masinis perempuan meninggal dunia setelah dua kereta R4 bertabrakan antara Sant Vicenç de Castellet dan Manresa. Kecelakaan itu menyebabkan ratusan korban luka, termasuk tiga orang dalam kondisi serius.

Tragedi terbaru ini terjadi di tengah perdebatan mengenai masa depan pengelolaan Rodalies. Sistem kereta komuter di Catalonia saat ini tengah dalam proses pengalihan pengelolaan ke perusahaan patungan antara Pemerintah Generalitat dan pemerintah pusat. Namun, operasional masih dijalankan oleh Renfe, sementara rel dan infrastruktur tetap berada di bawah kewenangan Adif.