Para pekerja membersihkan pohon tumbang dari jalan setelah Badai Goretti melanda Banville, Prancis barat laut. (Foto: AFP)
LONDON, (ERAKINI) - Badai dahsyat kembali menelan korban di Eropa. Seorang pria dilaporkan meninggal dunia di Inggris setelah sebuah pohon tumbang dan menghantam karavan akibat terpaan angin kencang yang dipicu Badai Goretti. Sementara itu, di Prancis, sekitar 100.000 rumah masih belum mendapatkan aliran listrik hingga Sabtu (10/1/2026).
Secara keseluruhan, sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas dalam berbagai insiden terkait cuaca ekstrem yang melanda Eropa sepanjang pekan ini. Kombinasi angin kencang, badai, dan suhu beku memicu kekacauan transportasi, penutupan sekolah, serta pemadaman listrik yang berdampak pada ratusan ribu warga.
Badai Goretti menerjang wilayah barat daya Inggris, khususnya Cornwall, serta sebagian Wales sejak Kamis malam hingga Jumat. Kecepatan angin dilaporkan mencapai 160 kilometer per jam, cukup kuat untuk menumbangkan pepohonan dan merusak jaringan listrik, menyebabkan puluhan ribu rumah kehilangan pasokan listrik.
Korban jiwa terbaru ditemukan di kota Helston, Cornwall, pada Jumat. Polisi setempat menyebutkan seorang pria berusia sekitar 50 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah karavan setelah tertimpa pohon tumbang. Peristiwa tragis ini dikonfirmasi langsung oleh Kepolisian Devon dan Cornwall dalam pernyataan resmi mereka.
“Dengan sangat menyedihkan, seorang pria berusia 50-an ditemukan meninggal dunia di dalam karavan,” demikian pernyataan pihak kepolisian.
Hingga Sabtu (10/1/2026), sebagian besar wilayah Inggris masih berada dalam status peringatan cuaca. Badan meteorologi nasional Inggris, Met Office, mengeluarkan peringatan terkait salju dan es, serta memperingatkan potensi munculnya es hitam yang dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan warga, terutama di Skotlandia dan wilayah utara Inggris.
Cuaca ekstrem juga berdampak besar pada sektor pendidikan. Hujan salju lebat yang disusul badai memaksa sekitar 250 sekolah di Skotlandia ditutup hampir sepanjang pekan pertama setelah libur Natal.
Di sektor kelistrikan, sekitar 28.000 rumah di Inggris barat daya dan kawasan Midlands masih mengalami pemadaman listrik pada awal akhir pekan, berdasarkan data dari operator jaringan National Grid.
Tak hanya Inggris, Badai Goretti juga menyapu wilayah Eropa utara lainnya. Di Prancis, hampir 100.000 rumah dilaporkan masih tanpa aliran listrik hingga Sabtu pagi akibat kerusakan jaringan yang ditimbulkan oleh badai tersebut.
Sementara itu, kondisi di Jerman utara mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Lalu lintas kereta jarak jauh secara bertahap kembali beroperasi pada Sabtu setelah sebelumnya dihentikan total pada Jumat akibat badai lain bernama Elli, menurut operator kereta api nasional Deutsche Bahn.
Namun demikian, gangguan masih terasa di sejumlah wilayah, khususnya di kota pelabuhan Hamburg yang terdampak parah akibat salju tebal. Sejumlah layanan kereta api dipastikan belum dapat beroperasi penuh, terutama rute yang menghubungkan Hamburg dengan Kopenhagen, Amsterdam, dan Hanover.
Deutsche Bahn menyatakan bahwa layanan dari Hamburg menuju wilayah Ruhr barat dan Berlin diperkirakan akan kembali normal secara bertahap sepanjang hari Sabtu, seiring upaya pemulihan yang terus dilakukan.