Search

Langit Teheran Berguncang! Israel Klaim Perang Masuk Babak Baru, Iran Balas dengan Rudal dan Drone

TEHERAN, (ERAKINI) - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah serangkaian serangan terbaru menghantam wilayah Iran pada Jumat (6/3/2026) pagi. Situasi ini terjadi di tengah pernyataan Israel yang menegaskan bahwa konflik yang sedang berlangsung kini telah memasuki tahap operasi baru yang lebih intens.

Melansir Arab News, ledakan besar dilaporkan mengguncang langit ibu kota Iran, Teheran. Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan berbagai fasilitas yang disebut sebagai ‘infrastruktur rezim’ di kota tersebut. Serangan udara itu menambah panjang daftar eskalasi konflik yang dalam beberapa hari terakhir meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah.

Pihak militer Israel mengungkapkan bahwa sekitar 50 pesawat tempur dikerahkan dalam operasi tersebut. Target utama disebut-sebut termasuk bunker bawah tanah yang berkaitan dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menurut laporan masih digunakan oleh sejumlah pejabat tinggi Iran.

Di tengah situasi yang semakin tegang, akses internet di Iran dilaporkan mengalami gangguan serius. Kelompok pemantau jaringan global, Netblocks, menyebutkan bahwa konektivitas internet di negara tersebut hanya tersisa sekitar satu persen dari kondisi normal. Kondisi ini membuat informasi mengenai dampak serangan terhadap masyarakat sipil menjadi sangat terbatas.

Di Teheran sendiri, suasana kota berubah drastis. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan kini tampak lengang. Meski demikian, sejumlah warga melaporkan bahwa aparat keamanan memperketat pengawasan terhadap aktivitas masyarakat.

Seorang warga Teheran berusia 30 tahun yang kini berada di Paris menggambarkan situasi di ibu kota Iran tersebut. Ia mengatakan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terlihat mengerahkan pengamanan besar-besaran.

Menurutnya, “mereka telah menutup hampir setiap jalan utama dengan personel bersenjata dan senapan mesin berat untuk menakut-nakuti orang.”

Ia juga mengungkapkan pandangan yang menurutnya berkembang di kalangan kelompok garis keras di dalam negeri. “Di mata mereka, rakyatlah musuh sebenarnya, bukan Amerika. Para ekstremis mereka mengatakan bahwa pertama-tama Anda harus berurusan dengan musuh di dalam negeri.”

Serangan udara yang terjadi pada Jumat pagi ini datang setelah peringatan keras dari Israel dan Amerika Serikat mengenai kemungkinan peningkatan intensitas operasi militer. Konflik tersebut bermula dari serangan yang dilaporkan terjadi pada Sabtu sebelumnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.

Kepala militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, dalam pernyataan yang disiarkan televisi menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut dengan strategi baru. Ia menyatakan, “Kami sekarang beralih ke fase operasi berikutnya.”

Zamir juga memberi sinyal adanya langkah lain yang belum diungkapkan. “Kami memiliki kejutan tambahan di depan yang tidak akan saya ungkapkan,” tambahnya.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan pada Jumat pagi dengan menargetkan negara-negara tetangga yang diketahui menampung pangkalan militer Amerika Serikat. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat serangan tersebut.

Tidak hanya itu, Iran juga dilaporkan mengirimkan gelombang baru rudal serta drone yang diarahkan ke Tel Aviv, Israel. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita semi-resmi Iran, ISNA.

Serangan terbaru tersebut menandai genap satu minggu konflik bersenjata yang terus meluas dan melibatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran internasional karena potensi eskalasi yang semakin besar di wilayah tersebut.