JAKARTA, (ERAKINI) — Harga minyak dunia melemah tipis pada perdagangan Rabu (22/4/2026) di kawasan Asia, seiring ketidakjelasan arah pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran hingga negosiasi menunjukkan kemajuan. Ia juga menegaskan bahwa AS akan tetap memblokade pelabuhan Iran sampai Teheran mengajukan “proposal yang terpadu”.
Dilansir BBC, di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent yang sempat dibuka menguat berbalik turun 0,3% ke level 98,20 dolar AS per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,5% menjadi 89,21 dolar AS per barel.
Volatilitas di pasar energi masih tinggi sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang direspons Teheran dengan ancaman menargetkan kapal-kapal di jalur strategis Selat Hormuz.
Gencatan senjata awal yang berlangsung selama dua pekan seharusnya berakhir pada Rabu malam waktu Washington. Namun, Trump belum mengumumkan batas waktu baru untuk perpanjangan tersebut.
Melalui Truth Social, Trump menyebut pemerintahan Iran tengah “terpecah secara serius” dan menyatakan AS akan menahan diri dari serangan baru setelah Pakistan meminta waktu tambahan bagi Teheran untuk menyepakati kesepakatan.
Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin negosiasi sebelumnya dijadwalkan bertolak ke Islamabad, Pakistan, pada Selasa. Namun, Gedung Putih memastikan kunjungan tersebut dibatalkan.
Di sisi lain, Iran juga belum memutuskan apakah akan mengirim delegasi ke Pakistan untuk melanjutkan perundingan, menurut keterangan juru bicara kementerian luar negeri kepada BBC.
Pengamat dari James Cook University, Jiajia Yang, menilai pelaku pasar masih bersikap hati-hati terhadap perkembangan konflik. “Ini bukan hanya soal pasokan minyak, tetapi juga ekspektasi pasar,” ujarnya.
Sejak konflik memanas, harga minyak mentah melonjak tajam, terutama karena Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia—secara efektif tertutup oleh Iran.
Sebelumnya, AS juga menyatakan akan mencegat kapal-kapal yang menuju maupun berasal dari pelabuhan Iran.