TEHERAN, (ERAKINI) - Iran memperingatkan akan melakukan serangan balasan jika Amerika Serikat dan Israel terus menyerang kapal sipil dan penumpang di Teluk Persia.
Peringatan itu disampaikan juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, yang menilai serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“AS dan Israel, karena terus mengalami kekalahan di medan perang dan tidak mampu menghadapi serangan angkatan bersenjata Iran, mulai menyerang kapal sipil dan penumpang di Teluk Persia,” ujar Zolfaghari seperti dilansir dari Antara, Minggu (22/3/2026).
Ia menjelaskan, jika serangan tersebut terus berlanjut, Iran akan mengambil langkah balasan yang disebutnya sebagai “serius”.
Menurut Zolfaghari, tindakan terhadap kapal sipil dinilai sebagai eskalasi baru dalam konflik yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan itu menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menewaskan warga sipil.
Sebagai respons, Iran kemudian meluncurkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel awalnya menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk mengantisipasi ancaman dari program nuklir Iran.
Namun, pernyataan itu kemudian berkembang dengan menyebut tujuan lain, yakni untuk mendorong perubahan rezim di Iran.