KAIRO, (ERAKINI) – Perwakilan Hamas dilaporkan melakukan pertemuan dengan delegasi dari Trump Peace Council, lembaga internasional yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan tersebut berlangsung di Kairo pada akhir pekan, di tengah meningkatnya konflik regional akibat perang antara Israel dan Iran.
Menurut tiga sumber yang dikutip Reuters, dialog tersebut bertujuan menjaga keberlangsungan gencatan senjata di Jalur Gaza, yang kini menghadapi tekanan besar setelah Amerika Serikat dan Israel meningkatkan operasi militer terhadap Iran.
Pertemuan Pertama Sejak Konflik Iran Meletus
Pertemuan ini disebut sebagai kontak pertama yang diketahui publik antara Hamas dan dewan yang dipimpin Trump sejak konflik Iran pecah. Dewan tersebut dibentuk untuk mengawasi tata kelola Gaza setelah perang dan menjadi bagian dari strategi besar Washington di Timur Tengah.
Tidak lama setelah pembicaraan berlangsung, pemerintah Israel mengumumkan rencana untuk kembali membuka penyeberangan pejalan kaki antara Gaza dan Mesir di wilayah Rafah. Jalur tersebut sebelumnya ditutup sejak kampanye pengeboman terhadap Iran dimulai.
Salah satu sumber menyebutkan bahwa keputusan Israel membuka kembali perlintasan itu kemungkinan merupakan dampak langsung dari dialog yang berlangsung di Kairo. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Hamas disebut menyampaikan peringatan kepada dewan Trump bahwa kelompok itu dapat membatalkan komitmen sebelumnya dalam kesepakatan gencatan senjata jika Israel tetap memberlakukan pembatasan baru terhadap Gaza selama konflik Iran berlangsung.
Israel menutup sebagian akses ke Gaza sejak 28 Februari, dengan alasan keamanan karena situasi perang. Walau aliran bantuan kemanusiaan dan barang kembali dibuka secara terbatas, akses penyeberangan bagi warga sipil tetap dihentikan hingga pengumuman terbaru.
Salah satu sumber menyebut delegasi dewan Trump kemungkinan diwakili oleh Aryeh Lightstone, yang merupakan ajudan Amerika untuk utusan khusus Trump, Steve Witkoff. Seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Lightstone berada di Kairo dalam beberapa hari terakhir untuk menghadiri pembicaraan terkait Gaza, meskipun tidak memastikan apakah ia bertemu langsung dengan delegasi Hamas.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa para negosiator Amerika terus berkoordinasi dengan mitra regional guna menjalankan rencana 20 poin Trump untuk Gaza, yang mencakup stabilisasi keamanan, rekonstruksi wilayah, serta pengaturan pemerintahan pascaperang.
Perang Iran Bayangi Masa Depan Gaza
Sebelum konflik dengan Iran meningkat, rencana Trump untuk Gaza dianggap sebagai salah satu inisiatif utama kebijakan Timur Tengah Washington. Program itu dimulai dengan gencatan senjata pada Oktober yang membuat Israel menguasai lebih dari setengah wilayah Gaza.
Saat ini, lebih dari 2 juta warga Palestina di wilayah tersebut hidup dalam kondisi padat dan terbatas di area sempit yang masih berada di bawah kendali Hamas.
Meski diplomasi berjalan, militer Israel tetap melanjutkan operasi di Gaza. Serangan pada Minggu dilaporkan menewaskan 12 orang, termasuk sembilan petugas polisi. Israel menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap ancaman atau tembakan dari pihak Hamas.
Seorang pejabat Palestina yang mengetahui jalannya pembicaraan di Kairo menilai Israel memanfaatkan perang melawan Iran untuk menghindari kewajibannya dalam kesepakatan Gaza. Namun tuduhan itu dibantah oleh pihak Israel.
Perlucutan Senjata Hamas Masih Jadi Tanda Tanya
Salah satu poin paling sensitif dalam rencana Trump adalah kemungkinan perlucutan senjata Hamas. Dalam skenario yang ditawarkan Washington, kelompok militan Palestina itu diminta menyerahkan senjata sebagai imbalan amnesti dan dimulainya rekonstruksi Gaza serta penarikan pasukan Israel secara bertahap. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah isu tersebut akan dibahas dalam pertemuan lanjutan yang diperkirakan berlangsung pekan ini di Kairo.
Dengan situasi regional yang semakin kompleks akibat perang Iran, masa depan Gaza dan keberlangsungan gencatan senjata kini sangat bergantung pada hasil diplomasi yang sedang berlangsung di balik layar.